SAMARINDA, Headlinews.id – Keberagaman masyarakat Kalimantan Timur menjadi modal sosial dalam menjaga stabilitas daerah dan mendukung pembangunan. Wakil Gubernur Kaltim Dr H Seno Aji mengajak komunitas paguyuban memperluas hubungan antarkelompok serta menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Kopi Darat Lintas Paguyuban Jawa Kota Samarinda di Perumahan Bukit Pinang Batara Indah, Sabtu malam (7/11/2026). Pertemuan itu diikuti perwakilan 18 paguyuban dari total 20 paguyuban warga Jawa yang ada di Samarinda.
“Warga Jawa memiliki jumlah yang cukup besar di Kalimantan Timur, sekitar 42 persen dari total penduduk. Besarnya jumlah ini tentu diiringi tanggung jawab untuk ikut menjaga kehidupan sosial. Kita hidup di daerah yang masyarakatnya beragam, sehingga sikap saling menghormati dan menjaga hubungan baik harus terus dikedepankan. Prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung tetap relevan untuk kita pegang,” ujar Seno Aji.
Menurut Seno Aji, keberadaan paguyuban memiliki peran dalam merawat hubungan sosial sekaligus membuka ruang komunikasi antarkelompok masyarakat. Ikatan yang tumbuh dari kesamaan latar belakang budaya dapat diperluas untuk membangun kerja sama dengan komunitas lain.
Ia juga mengapresiasi keberadaan Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (Ikapakarti) sebagai organisasi yang menaungi keluarga dan paguyuban Jawa di Kalimantan Timur. Organisasi tersebut dinilai dapat memperkuat koordinasi serta memperluas kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat.
“Paguyuban jangan hanya menjadi tempat berkumpul karena kesamaan asal daerah atau budaya. Dari pertemuan seperti ini, hubungan persaudaraan bisa diperluas dengan masyarakat lain. Kita dapat saling membantu, bertukar gagasan, dan ikut berkontribusi bagi lingkungan. Semakin kuat hubungan antarkelompok, semakin baik pula suasana kehidupan bermasyarakat di Kaltim,” katanya.
Seno Aji yang juga menjabat Ketua Umum DPP Ikapakarti Kaltim mengingatkan pentingnya menjaga sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan latar belakang suku dan budaya, menurutnya, tidak menghalangi masyarakat untuk bekerja sama dalam berbagai bidang.
Ia mengajak seluruh paguyuban menjaga suasana guyub rukun sekaligus mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Persatuan masyarakat dinilai turut mendukung kelancaran program pembangunan di Kalimantan Timur.
“Jaga kebersamaan, rawat persaudaraan, dan bangun komunikasi dengan seluruh kelompok masyarakat. Kaltim adalah rumah bersama. Kita punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga daerah ini tetap aman, damai, dan terus berkembang. Perbedaan justru bisa memperkaya kehidupan masyarakat apabila disertai sikap saling menghormati,” tutup Seno Aji.
Kegiatan tersebut turut dihadiri istri Wakil Gubernur Kaltim, Hj Wahyu Hernaningsih Seno Aji, Sekretaris Jenderal DPP Ikapakarti Kaltim Bambang Pininto, serta anggota Lintas Paguyuban Jawa Kota Samarinda. (*/fay)







