NUNUKAN, Headlinews.id– Hasil konsultasi DPRD Nunukan ke Dinas Pendidikan Makassar membuka peluang penerapan pembelajaran mendalam di sekolah-sekolah Kabupaten Nunukan sebagai upaya meningkatkan kualitas belajar siswa.
Anggota DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam, menyampaikan pendekatan ini relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini yang menuntut siswa tidak hanya memahami materi, tetapi mampu menghubungkannya dengan persoalan nyata di sekitar mereka.
Menurutnya, model pembelajaran mendalam memungkinkan siswa melihat sebuah topik secara lebih utuh, mulai dari memahami konsep, menerapkannya dalam praktik, hingga melakukan refleksi.
Pendekatan ini dianggap penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus memperkuat pemahaman jangka panjang.
“Pendekatan seperti ini membuat siswa terlibat lebih aktif. Mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi diajak menelusuri konteks dan memikirkan kembali apa yang mereka pelajari,” ujar Andi Fajrul usai pertemuan tersebut.
Ia menilai, pola ini dapat menciptakan suasana kelas yang lebih hidup dan interaktif. Guru juga memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan strategi mengajar yang mendorong eksplorasi dan diskusi.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Komisi I DPRD Nunukan, Muhammad Mansur menambahkan sejumlah daerah yang lebih dulu menerapkan pendekatan ini mulai menunjukkan hasil positif.
Salah satu indikatornya adalah meningkatnya kemampuan siswa dalam memahami materi secara mendalam, bukan sekadar mengingat poin-poin pembelajaran.
Ia menekankan kesiapan guru menjadi kunci keberhasilan. Tanpa peningkatan kompetensi tenaga pendidik, metode ini berpotensi tidak berjalan optimal.
“Guru harus dipersiapkan melalui pelatihan yang terarah. Mereka harus memahami cara merancang pembelajaran yang menuntut keterlibatan penuh dari siswa,” jelas Mansur.
Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan regulasi dan pendanaan dari pemerintah daerah. Skema pembiayaan khusus, menurutnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas guru, memperbaiki sarana belajar, dan memastikan pengawasan pembelajaran berjalan efektif.
Mansur menilai peran pengawas sekolah sangat dibutuhkan untuk menjaga konsistensi penerapan metode baru ini.
Pengawas diharapkan mampu memberi pendampingan serta memastikan rencana pembelajaran yang disusun guru sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran mendalam.
Selain itu, kesiapan sekolah juga harus menjadi perhatian. Lingkungan belajar yang kondusif, akses bahan ajar, serta ruang yang membuka peluang interaksi menjadi elemen penting dari pendekatan ini.
Dengan hasil konsultasi tersebut, DPRD Nunukan melihat adanya ruang untuk mulai mengadopsi pembelajaran mendalam di sekolah-sekolah daerah.
Mansur menyebut, peningkatan mutu pendidikan akan sangat bergantung pada keberanian daerah beradaptasi terhadap pendekatan belajar yang lebih relevan dengan perkembangan siswa saat ini.
“Kalau kita ingin kualitas belajar meningkat, maka kita juga harus berani memperbarui cara mengajar. Ini saatnya melihat pendekatan yang memberi ruang lebih besar bagi siswa untuk memahami, bertanya, dan berpikir,” tambahnya.
Melalui konsultasi ini, DPRD Nunukan berharap dapat merumuskan langkah bersama pemerintah daerah untuk menilai kesiapan guru, sekolah, serta kebutuhan pendukung lainnya sebelum pembelajaran mendalam diterapkan secara lebih luas. (*/rn)










