TARAKAN, Headlinews.id – DPRD Kalimantan Utara melihat misi dagang sebagai salah satu cara efektif mempertemukan pelaku usaha sekaligus membuka pasar baru. Setelah kerja sama dengan Jawa Timur menghasilkan transaksi di atas Rp2 triliun, pola serupa perlu dibawa ke provinsi lain.
Ketua DPRD Kaltara H. Achmad Djufrie, SE, MM, mengatakan kegiatan misi dagang seperti yang mempertemukan Kaltara dan Jawa Timur, Selasa (9/9/2026) memberikan ruang bagi pengusaha lokal untuk memperluas jaringan. Besarnya transaksi yang terbentuk juga menunjukkan peluang perdagangan yang dapat terus dikembangkan.
“Acara ini, apalagi salah satu misinya mempererat hubungan dagang kita dengan Jawa Timur, Kaltara memang membutuhkan yang seperti ini. Kita sudah bisa melihat dari semangat pengusaha-pengusaha lokal hingga menimbulkan transaksi yang di atas Rp2 triliun. Ini satu hal yang luar biasa,” kata Achmad.
Menurutnya, langkah berikutnya dapat dilakukan dengan membawa produk Kaltara ke provinsi lain melalui kunjungan dagang maupun misi perdagangan. Upaya tersebut diperlukan agar pelaku usaha lokal memiliki lebih banyak akses untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya.
“Saya berharap pemerintah provinsi juga akan melakukan kunjungan balasan atau ke provinsi-provinsi lain untuk memasarkan produk-produk yang ada di Kaltara ini. Dengan cara begini, manfaat dan hasilnya bisa kita lihat sangat luar biasa,” ujarnya.
Achmad juga mendorong Kaltara belajar dari daerah yang sudah lebih berpengalaman dalam membangun jaringan perdagangan.
Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha Kaltara dalam menjangkau transaksi berskala nasional hingga internasional.
“Artinya, kita harus belajar. Kalau memang kita kurang di Provinsi Kaltara, kita harus belajar ke provinsi yang lebih senior dan lebih mempunyai kemampuan dalam hal transaksi-transaksi nasional maupun internasional,” katanya.
DPRD Kaltara, lanjut Achmad, mendukung kebijakan Pemprov dalam memperkuat hubungan dagang dengan daerah lain.
Perluasan kerja sama tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk-produk lokal Kaltara ke pasar yang lebih luas.
“DPRD Kaltara mendukung kebijakan yang sudah diambil pemerintah provinsi, terutama dengan tukar informasi tentang dagang antara kedua provinsi, maupun tentang informasi dari luar negeri untuk kemajuan produk-produk lokal yang ada di tempat kita,” pungkasnya. (saf/*)







