NUNUKAN, Headlinews.id– Bantuan material bangunan senilai Rp35 juta dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero untuk pembangunan Masjid Al-Muhajirin mendapat apresiasi dari DPRD Kabupaten Nunukan. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut dinilai menjadi contoh kontribusi perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat di daerah.
Apresiasi itu disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Saddam Husein, usai penyerahan bantuan secara simbolis oleh Kepala PT PELNI Cabang Nunukan, Subjito, yang mewakili Direksi PT PELNI, Kamis (16/7/2026). Penyerahan bantuan turut dihadiri unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.
Menurut Saddam, pelaksanaan program TJSL akan lebih dirasakan manfaatnya apabila diarahkan pada kebutuhan yang memang dibutuhkan masyarakat, termasuk pembangunan fasilitas ibadah.
“Kalau ada perusahaan yang menyalurkan TJSL untuk kebutuhan masyarakat, tentu itu sesuatu yang positif. Pembangunan seperti rumah ibadah memang membutuhkan dukungan dari banyak pihak, tidak hanya mengandalkan pemerintah,” ujarnya.
Ia menilai, perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Nunukan memiliki peluang untuk mengambil bagian dalam pembangunan melalui berbagai program sosial yang dimiliki.
“Masing-masing perusahaan pasti punya kemampuan yang berbeda. Yang terpenting, program itu benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara langsung,” katanya.
Menurut Saddam, masih banyak sektor yang dapat menjadi sasaran program TJSL. Perusahaan tidak perlu terpaku pada satu jenis kegiatan, tetapi dapat menyesuaikan dengan kebutuhan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Di Nunukan masih banyak kebutuhan yang bisa didukung perusahaan. Misalnya pendidikan, fasilitas umum, pengelolaan sampah, atau kegiatan sosial. Tinggal bagaimana program TJSL disesuaikan dengan kebutuhan yang memang ada di lapangan,” jelasnya.
Ia berharap langkah PT PELNI dapat mendorong perusahaan lain untuk lebih aktif menjalankan program tanggung jawab sosial di Kabupaten Nunukan.
“Saya kira perusahaan juga memahami kondisi di daerah tempat mereka beroperasi. Kalau kepedulian seperti ini terus berjalan, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucap Saddam.
Sementara itu, Kepala PT PELNI Cabang Nunukan, Subjito, mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari Program TJSL perusahaan yang bertujuan memberikan manfaat kepada masyarakat di wilayah operasional.
“Bantuan material bangunan senilai Rp35 juta ini merupakan bagian dari Program TJSL PT PELNI. Kami berharap bantuan tersebut dapat membantu kelancaran pembangunan Masjid Al-Muhajirin sehingga nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, PT PELNI akan terus menjalankan program TJSL sebagai bentuk kepedulian perusahaan di luar layanan transportasi laut yang diberikan kepada masyarakat.
Dengan bantuan tersebut, pembangunan Masjid Al-Muhajirin diharapkan dapat berjalan lebih cepat sekaligus menjadi contoh kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Nunukan.
“Kami berharap bantuan ini benar-benar memberikan manfaat. Semoga proses pembangunan masjid berjalan lancar dan keberadaannya nanti bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah maupun aktivitas sosial masyarakat,” tutup Subjito. (**)









