NUNUKAN, Headlinews.id – Perjalanan Kuntakan (53) dan Masundi (52) menuju rumah anak mereka berakhir dengan musibah setelah perahu yang digunakan untuk menyeberangi Sungai Sembakung karam. Pasangan suami istri warga Desa Pulau Keras, Kecamatan Sembakung Atulai, itu hingga kini masih dalam pencarian tim gabungan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (15/7/2026) malam sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu, kedua korban diketahui menggunakan perahu untuk melintasi Sungai Sembakung sebelum mengalami insiden di tengah perjalanan.
Informasi yang dihimpun, perahu yang ditumpangi korban diduga menghantam kayu yang berada di aliran sungai. Benturan tersebut membuat perahu kehilangan keseimbangan hingga karam dan kedua korban diduga jatuh ke sungai kemudian terbawa arus.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkan peristiwa itu kepada pihak terkait. BPBD Kabupaten Nunukan melalui Pos BPBD Lumbis bersama aparat setempat dan masyarakat langsung bergerak melakukan pencarian.
Tim gabungan melakukan asesmen awal di lokasi kejadian untuk memastikan titik terakhir korban terlihat. Penyisiran kemudian dilakukan di sepanjang aliran sungai dengan mempertimbangkan kondisi arus dan medan yang cukup menantang.
Komandan Lapangan Pos BPBD Lumbis, Jamiat, mengatakan pencarian masih dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur. Ia menyebut tim terus menyesuaikan pola pencarian dengan kondisi sungai dan informasi yang diperoleh dari warga.
“Saat ini kami masih fokus melakukan pencarian terhadap kedua korban. Tim sudah kami bagi untuk melakukan penyisiran di beberapa titik yang dianggap memungkinkan, termasuk area sekitar lokasi terakhir perahu ditemukan,” ujar Jamiat.
Menurutnya, proses pencarian memiliki kendala karena kondisi aliran sungai yang cukup dinamis. Meski begitu, tim tetap berupaya memperluas area pencarian dengan tetap memperhatikan keselamatan personel.
“Kondisi sungai tentu menjadi tantangan bagi tim di lapangan, terutama arus yang berubah-ubah. Tetapi kami terus berupaya melakukan pencarian semaksimal mungkin dengan bantuan dari aparat desa dan masyarakat yang memahami kondisi wilayah,” katanya.
Jamiat menjelaskan, informasi dari masyarakat sekitar sangat membantu tim dalam menentukan arah pencarian. Selain penyisiran sungai, komunikasi dengan keluarga korban juga terus dilakukan untuk memperbarui perkembangan operasi.
“Kami terus menerima informasi dari masyarakat dan pihak keluarga. Setiap informasi yang masuk akan kami tindak lanjuti untuk membantu mempersempit area pencarian,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang beraktivitas menggunakan jalur sungai agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi arus berubah atau cuaca kurang mendukung.
“Kami berharap masyarakat yang menggunakan transportasi sungai tetap memperhatikan faktor keselamatan. Penggunaan perlengkapan keselamatan dan melihat kondisi sungai sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” tutup Jamiat.
Hingga berita ini diturunkan, Kuntakan dan Masundi masih belum ditemukan. Tim gabungan bersama masyarakat setempat masih melanjutkan operasi pencarian di Sungai Sembakung. (**)










