PIDIE JAYA, Headlinews.id – Informasi tentang sejarah, wilayah, demografi hingga potensi Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, kini dikemas dalam satu profil gampong. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler 11 Periode XXIX menyusun profil tersebut sebagai dokumentasi sekaligus media informasi bagi masyarakat.
Penyusunan profil berlangsung di Kantor Keuchik Gampong Cut Langien pada Selasa (4/8/2026). Tujuh mahasiswa dari Kelompok Reguler 11 terlibat dalam pengumpulan dan penyusunan informasi yang menjadi bagian dari profil tersebut.
Data yang dihimpun mencakup sejarah dan asal-usul gampong, peta wilayah, kondisi demografi, potensi daerah, fasilitas umum serta sejumlah informasi lain yang menggambarkan kondisi Gampong Cut Langien.
Ketua Kelompok KKN USK Reguler 11, Ari Maulana, mengatakan penyusunan profil dipilih untuk meninggalkan dokumentasi yang dapat digunakan gampong setelah program KKN berakhir. Menurutnya, informasi mengenai identitas sebuah gampong perlu disusun dalam bentuk yang mudah diakses.
“Profil ini kami susun supaya informasi tentang Gampong Cut Langien tidak hanya tersimpan dalam ingatan atau cerita dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sejarah, kondisi wilayah dan potensi gampong perlu dicatat dalam satu media yang bisa dilihat kembali kapan saja,” ujar Ari.
Profil tersebut dikemas dalam bentuk banner dan leaflet. Kedua media itu nantinya dapat ditempatkan di lingkungan kantor keuchik maupun digunakan sebagai bahan informasi bagi masyarakat dan pengunjung yang ingin mengetahui lebih jauh tentang Gampong Cut Langien.
Ari mengatakan sejarah menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam penyusunan profil. Informasi mengenai asal-usul gampong dinilai penting bagi generasi muda agar mereka memiliki pengetahuan mengenai lingkungan tempat tinggalnya.
“Generasi muda perlu mengenal daerahnya sendiri. Ketika mereka mengetahui asal-usul dan perjalanan gampong, akan lebih mudah tumbuh rasa memiliki terhadap tempat tinggalnya. Karena itu, bagian sejarah kami masukkan bersama informasi lain dalam profil ini,” katanya.
Tujuh mahasiswa yang terlibat berasal dari sejumlah bidang keilmuan, yakni Ilmu Hukum, Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Pendidikan Geografi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Kehutanan. Latar belakang tersebut digunakan dalam proses pengumpulan dan pengolahan informasi sesuai kebutuhan profil.
Menurut Ari, keterlibatan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu membuat penyusunan profil tidak hanya berisi informasi sejarah. Data mengenai kondisi wilayah, masyarakat, fasilitas hingga potensi gampong juga menjadi bagian dari materi yang disusun.
“Setiap bidang punya sudut pandang yang berbeda. Itu membantu ketika menyusun informasi tentang gampong, karena profil yang dibuat tidak hanya berbicara soal sejarah, tetapi juga kondisi masyarakat, wilayah, fasilitas dan potensi yang ada,” jelasnya.
Keuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd., mengapresiasi penyusunan profil tersebut. Menurutnya, dokumentasi dalam bentuk banner dan leaflet memudahkan masyarakat melihat informasi mengenai gampong dalam satu media.
“Profil ini penting bagi gampong karena informasi yang selama ini ada bisa disusun lebih rapi. Masyarakat, terutama generasi muda, dapat mengetahui sejarah dan berbagai potensi yang dimiliki Gampong Cut Langien,” ujar Muhammad Syahril.
Ia berharap profil tersebut dapat terus dimanfaatkan dan diperbarui apabila terdapat perubahan data maupun informasi baru mengenai gampong.
“Ke depan, data dalam profil ini tentu bisa diperbarui sesuai perkembangan gampong. Jadi tidak berhenti sebagai hasil kegiatan KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan sebagai bahan informasi,” katanya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., menilai penyusunan profil menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa yang dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan selama berada di gampong, tetapi juga menghasilkan sesuatu yang dapat ditinggalkan dan digunakan masyarakat. Profil seperti ini punya nilai dokumentasi sekaligus nilai informasi bagi gampong,” kata Muhammad Sayuthi.
Ia menambahkan, penyusunan profil juga memberi pengalaman kepada mahasiswa dalam mengumpulkan data, memilah informasi dan menyajikannya dalam bentuk yang dapat dipahami masyarakat.
“Proses penyusunannya juga menjadi pembelajaran bagi mahasiswa. Mereka perlu melihat kondisi lapangan, mengumpulkan informasi, kemudian menyusunnya secara sistematis agar bisa digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Program tersebut turut mendukung SDGs Desa, khususnya tujuan ke-11 mengenai kawasan permukiman yang berkelanjutan, melalui upaya menjaga identitas, sejarah dan warisan budaya lokal.
Profil Gampong Cut Langien, kini menjadi salah satu dokumentasi yang memuat gambaran mengenai identitas, wilayah, masyarakat dan potensi gampong. Kehadirannya diharapkan membantu masyarakat mengenal daerahnya sekaligus menjadi bahan informasi yang dapat digunakan kembali pada masa mendatang.(*/saf)







