BANDA ACEH, Headlinews.id – Sekitar 180 artikel mengenai kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) di Desa Cut Langien dipublikasikan di berbagai media massa. Publikasi tersebut menjadi bagian dari dokumentasi program pengabdian yang dijalankan mahasiswa selama satu bulan di desa tersebut.
Mahasiswa Fakultas Hukum Program Studi Ilmu Hukum USK, Ari Maulana, mengatakan pengalaman KKN menjadi salah satu materi yang dibagikannya saat tampil dalam program I Love Campus Edisi Malam di Radio Three FM, Selasa (25/8/2026).
Dalam dialog itu, ia juga membahas aktivitas akademik dan keterlibatannya dalam berbagai kegiatan masyarakat.
“Selama satu bulan kami banyak berinteraksi dengan masyarakat. Dari situ kami melihat langsung kebutuhan warga dan menyesuaikan program yang bisa dikerjakan bersama selama KKN,” kata Ari.
Ari tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum USK sekaligus mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Saat ini, ia tengah memasuki tahap penyusunan skripsi di kedua perguruan tinggi tersebut.
Selama berada di Desa Cut Langien, Ari bersama tim menjalankan sejumlah program, mulai dari edukasi anti-bullying, kampanye Anak Sadar Hukum melalui poster, program Desa Aman, pemeriksaan tekanan darah gratis hingga pembuatan Tas Siaga Bencana dan profil desa.
Kegiatan untuk anak-anak juga menjadi bagian dari program KKN. Tim menggelar lomba azan, hafalan Juz 30 dan fashion show busana muslim bagi peserta tingkat TK dan SD.
Edukasi anti-bullying menjadi salah satu kegiatan yang diarahkan untuk membangun pemahaman anak mengenai dampak perundungan serta pentingnya menjaga hubungan dengan teman di lingkungan sehari-hari.
“Anak-anak perlu mendapatkan pemahaman sejak dini tentang bullying. Kami mencoba menyampaikan materi dengan cara yang mudah mereka pahami supaya mereka tahu dampaknya dan bisa menjaga hubungan dengan teman-temannya,” ujarnya.
Program KKN juga mencakup pemeriksaan tekanan darah gratis bagi masyarakat. Tim turut mengenalkan Tas Siaga Bencana sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi kondisi darurat.
Ari menyebut seluruh kegiatan tersebut didokumentasikan dan disebarluaskan melalui media massa. Dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama KKN, sekitar 180 artikel berhasil dipublikasikan.
“Setiap kegiatan kami dokumentasikan dan dibuatkan bahan pemberitaan. Alhamdulillah, sekitar 180 artikel dari program KKN kami bisa dipublikasikan di berbagai media,” ungkapnya.
Publikasi tersebut sekaligus menjadi catatan mengenai program yang telah dijalankan tim selama berada di Desa Cut Langien. Informasi kegiatan juga dapat diketahui masyarakat di luar wilayah desa.
“Kami ingin setiap kegiatan yang sudah dilakukan punya dokumentasi yang jelas. Pemberitaan menjadi salah satu cara supaya program KKN ini bisa diketahui masyarakat lebih luas,” katanya.
Selain kegiatan pengabdian, Ari saat ini tetap menjalankan aktivitas akademik di dua perguruan tinggi. Penyusunan skripsi menjadi tahap yang sedang ditempuh setelah menyelesaikan berbagai rangkaian kegiatan perkuliahan.
Program I Love Campus Edisi Malam yang dipandu host Thamlicha tersebut berlangsung selama satu jam. Ari juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Cut Langien, Keuchik Gampong Cut Langien Syauthi, perangkat desa, dosen pembimbing lapangan, media serta Radio Three FM.
“Saya berterima kasih kepada masyarakat dan semua pihak yang sudah membantu selama KKN. Banyak pelajaran yang kami dapatkan dan pengalaman itu akan menjadi bekal bagi kami ke depan,” pungkas Ari. (saf)










