TARAKAN, Headlinews.id – Pengungkapan dugaan peredaran etomidate di Tarakan ternyata berawal dari pengembangan kasus narkotika sebelumnya. Informasi dari penangkapan seorang pria terkait narkotika jenis inex di sebuah basecamp mengarahkan penyidik Ditresnarkoba Polda Kaltara kepada dua perempuan yang diduga membawa etomidate dari Malaysia.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltara Kombes Pol Hamid Andri Soemantri, S.I.K., M.M., mengatakan penyidik terlebih dahulu menelusuri keterkaitan nama yang muncul dalam pengungkapan sebelumnya. Dari pendalaman tersebut, polisi kemudian mengidentifikasi dua perempuan berinisial FI dan R sebagai target penyelidikan.
“Awalnya ini dari pengembangan penangkapan inex sekitar seminggu sebelumnya di basecamp. Dari situ muncul juga nama R, sehingga kami dalami siapa R ini. Setelah kami ketahui pergerakannya, kami melihat ada aktivitas perjalanan ke wilayah Malaysia dan kemudian kembali ke Tarakan,” kata Hamid, Selasa (8/9/2026).
Dari penelusuran tersebut, polisi mengetahui FI lebih dulu berangkat melalui pelabuhan resmi pada 1 September 2026. Sehari kemudian, R juga berangkat menuju wilayah Malaysia melalui jalur resmi.
Namun, pola kepulangan keduanya kemudian menjadi dasar penyelidikan lebih lanjut. Polisi mendapati keduanya tidak kembali melalui jalur resmi sehingga pergerakannya terus dipantau hingga tiba di Tarakan.
“FI berangkat tanggal 1 melalui pelabuhan resmi, kemudian R tanggal 2. Saat pulangnya tidak melalui jalur resmi, itu yang kemudian kami curigai. Karena sebelumnya kami sudah mendapatkan informasi mengenai target, pergerakannya kemudian kami dalami,” ujar Hamid.
Setibanya di Tarakan pada Sabtu, 5 September 2026, kedua perempuan tersebut diamankan di kawasan Pelabuhan Tengkayu I atau SDF sekitar pukul 12.00 Wita. Pemeriksaan terhadap barang bawaan kemudian menemukan etomidate yang disamarkan dalam kemasan makanan.
Etomidate tersebut berbentuk cairan dan telah ditempatkan di dalam cartridge vape. Barang tersebut kemudian disisipkan ke dalam sejumlah kemasan makanan yang dibawa kedua perempuan tersebut.
“Etomidate yang kami temukan berbentuk cairan dan sudah berada di dalam cartridge untuk vape. Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan makanan. Jadi, barang itu kami temukan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan mereka,” jelas Hamid.
Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan puluhan etomidate beserta sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan perkara. Berdasarkan laporan penindakan, barang bukti yang diamankan terdiri dari 35 bungkus yang diduga berisi etomidate.
Temuan tersebut kemudian menjadi bagian dari pengembangan penyidikan untuk mengetahui jalur masuk barang dari wilayah Malaysia hingga beredar di Tarakan.
Hamid menyebut kedua perempuan tersebut telah mengakui kepemilikan etomidate yang ditemukan. Berdasarkan pengakuan sementara, barang tersebut dibawa untuk diperjualbelikan apabila terdapat pesanan di Tarakan.
“Sudah mengakui bahwa barang itu punya mereka. Pengakuannya, etomidate tersebut nantinya akan diperjualbelikan di Tarakan. Jadi kalau ada yang memesan, barang itu akan diberikan,” ungkap Hamid.
Pasar yang disebut dalam pengakuan sementara tersebut mencakup tempat hiburan malam hingga lingkungan permukiman. Polisi masih mendalami siapa saja pihak yang memesan maupun menerima barang tersebut.
“Pengakuannya untuk tempat hiburan malam, kemudian juga di lorong-lorong dan sebagainya. Kalau ada pesanan, diberikan. Tetapi ini masih kami dalami karena kami ingin mengetahui siapa saja yang terlibat dalam peredarannya,” tutur Hamid.
Penyidik kini masih menelusuri asal etomidate di wilayah Malaysia, jalur yang digunakan untuk membawanya masuk ke Kalimantan Utara, serta pihak yang diduga menjadi jaringan penjualan di Tarakan.
Hamid mengatakan proses pengembangan masih berlangsung karena penindakan terhadap dua perempuan tersebut baru dilakukan beberapa hari sebelumnya. Polisi masih membutuhkan waktu untuk memastikan seluruh rangkaian perkara.
“Ini baru sekitar tiga hari kami melakukan pendalaman. Jadi masih banyak yang kami dalami, mulai dari asal barangnya, bagaimana masuknya, kemudian siapa yang menjadi jaringan di sini. Kalau nanti sudah ada perkembangan yang bisa kami sampaikan, tentu akan kami sampaikan,” katanya.
Ditresnarkoba Polda Kaltara bersama TNI dan Polsek juga terus meningkatkan upaya pencegahan di wilayah Sebatik. Patroli bersama dilakukan untuk mengantisipasi jalur masuk narkotika dari wilayah perbatasan.
Hamid menambahkan, etomidate sudah dua kali ditemukan dalam perkara yang ditangani di Tarakan. Pengungkapan terbaru tersebut masih dikembangkan untuk mengurai sumber barang, jalur pengiriman, hingga pihak yang diduga menjadi bagian dari jaringan peredarannya.
“Kami sudah melakukan upaya preventif dengan patroli bersama di wilayah Sebatik, termasuk melakukan penggeledahan. Kami juga mengimbau masyarakat supaya menjauhi narkoba karena narkoba itu akan merusak diri sendiri maupun bangsa Indonesia,” pungkas Hamid. (saf)










