TARAKAN, Headlinews.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mendorong penambahan armada pada jalur Tol Laut Tarakan-Surabaya. Jalur tersebut dinilai memiliki peran penting dalam memperlancar distribusi sekaligus memperluas pertukaran produk antara pelaku usaha Kalimantan Utara dan Jawa Timur.
Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengatakan Tol Laut Tarakan-Surabaya saat ini sudah berjalan. Penguatan konektivitas selanjutnya diarahkan pada penambahan armada agar pergerakan barang dari kedua daerah dapat semakin optimal.
“Untuk Tol Laut sudah jalan, tapi nanti kita berupaya untuk menambah lagi, menambah armada. Makin banyak armada, saya kira produk-produk Jawa Timur, produk Kaltara, kita saling bertukar melalui Tol Laut ini. Jadi ini yang kita harapkan, bisa semakin memperlancar hubungan perdagangan antara Kaltara dan Jawa Timur,” kata Zainal usai kegiatan Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Utara di Tarakan, Selasa (8/9/2026).
Menurut Zainal, penguatan jalur laut tersebut membuka ruang lebih besar bagi produk Kaltara untuk masuk ke pasar Jawa Timur. Sebaliknya, produk Jawa Timur juga dapat dipasarkan ke Kaltara dengan dukungan konektivitas yang semakin baik.
Kerja sama perdagangan tersebut juga tidak berhenti pada hubungan antarpemerintah. Zainal menyebut keterlibatan pelaku usaha menjadi bagian penting untuk mempertemukan kebutuhan pasar kedua daerah. Dalam kegiatan tersebut, Jawa Timur membawa puluhan pengusaha bersama unsur Kadin, HIPMI dan IWAPI.
Zainal mengatakan masing-masing daerah perlu melihat potensi yang dapat dipasarkan kepada mitra usaha di provinsi lain. Hubungan tersebut diharapkan berkembang menjadi kerja sama perdagangan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Apa yang bisa kita bawa ke Jawa Timur dan apa yang Jawa Timur bisa bawa ke Kaltara, ini yang terus kita laksanakan untuk kemajuan dua provinsi. Kita harus melihat apa yang menjadi kebutuhan dan potensi masing-masing daerah, dipertukarkan melalui kerja sama perdagangan. Tentunya kita bekerja untuk masyarakat, Bu Gubernur Jatim bekerja untuk masyarakat Jatim, saya bekerja untuk masyarakat Kaltara,” ujarnya.
Kehadiran langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menurut Zainal, turut memperkuat hubungan kedua daerah. Pertemuan pemerintah dan dunia usaha diharapkan menjadi ruang untuk memperluas kerja sama yang sudah berjalan.
Zainal menilai semakin banyak pelaku usaha yang terhubung, semakin besar peluang produk dari kedua provinsi memperoleh pasar baru. Penguatan konektivitas laut menjadi salah satu bagian yang dapat menopang hubungan tersebut.
Sementara itu, Khofifah menilai kerja sama Jatim dan Kaltara masih memiliki ruang pengembangan yang luas. Ia mengatakan pelaksanaan misi dagang berjalan baik karena adanya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha.
Khofifah menyebut pola kerja sama tersebut sebagai creative financing. Menurutnya, pemerintah daerah tidak mungkin memenuhi seluruh kebutuhan modal dan kemampuan manajerial dunia usaha, sehingga akses antarpelaku usaha perlu terus dibangun.
“Provinsi tidak mungkin punya cukup kapasitas untuk memberikan seluruh capital, juga tidak mungkin punya cukup kapasitas untuk memberikan seluruh managerial skill. Kita bangun bagaimana accessibility antara pengusaha Jawa Timur dengan pengusaha dari provinsi mitra itu bisa terus kita bangun. Kemudian muncul peluang-peluang kerja sama yang bisa dikembangkan bersama,” kata Khofifah.
Salah satu potensi Kaltara yang dinilai masih dapat dikembangkan adalah sarang burung walet. Khofifah mengaitkan peluang tersebut dengan pengalaman Jawa Timur ketika melakukan misi dagang ke Hong Kong sekitar dua bulan lalu.
Ia menyebut akses perdagangan sarang burung walet melalui Hong Kong untuk pasar Korea Selatan, Jepang dan China sebelumnya tidak mudah. Namun, dalam misi dagang terbaru, Jawa Timur berhasil membuka akses dalam jumlah yang cukup signifikan.
“Dua bulan lalu kami ke Hong Kong, tiga tahun lalu itu agak sulit sekali walet bisa masuk melalui Hong Kong untuk Korea, Jepang, China. Dua bulan lalu kami bisa masuk dalam jumlah yang cukup signifikan. Jadi ini saya kira peluang yang bisa kita sambungkan dengan potensi walet yang ada di Kalimantan Utara,” ujarnya.
Menurut Khofifah, jaringan pasar yang telah dibangun Jawa Timur dapat diperluas untuk menghubungkan pelaku usaha Kaltara, termasuk peternak walet, dengan pasar internasional.
“Ini bukan hanya untuk market Jawa Timur, tetapi juga untuk para petani walet di Kalimantan Utara. Kalau jaringan pasar dan akses yang sudah kita bangun bisa disambungkan, tentu peluangnya akan semakin besar,” katanya.
Selain walet, Khofifah menyebut sejumlah produk Kaltara telah mendapat permintaan dari pelaku usaha Jawa Timur. Komoditas tersebut meliputi produk olahan daging unggas, karkas ayam, hasil perikanan serta kayu bulat.
Permintaan tersebut memperlihatkan masih banyak ruang untuk memperluas hubungan perdagangan kedua provinsi. Konektivitas yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan produk dengan pasar yang membutuhkan.
Khofifah juga menegaskan konektivitas tidak semestinya dilihat sebatas hasil pertemuan pada hari tersebut. Menurutnya, masih terdapat sektor lain yang dapat dikembangkan bersama apabila hubungan antarpelaku usaha terus berlanjut.
“Konektivitas ini jangan dilihat hanya dari pertemuan hari ini. Ada sektor-sektor lain yang masih bisa kita kembangkan bersama. Jadi apa yang sudah kita mulai hari ini harus terus ditindaklanjuti oleh para pelaku usaha, karena peluang kerja sama antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara masih sangat besar,” ucapnya.
Dari sisi hasil perdagangan, nilai transaksi dalam misi dagang tersebut mencapai Rp2,1 triliun pada sekitar pukul 13.15 WIB. Proses pertemuan bisnis masih berlangsung setelah angka tersebut tercatat.
Khofifah menilai capaian transaksi perlu diikuti hubungan usaha yang berkelanjutan. Pertemuan antara pelaku usaha Jatim dan Kaltara diharapkan membuka kerja sama baru di berbagai sektor sehingga manfaatnya tidak berhenti pada satu agenda perdagangan.
Menurutnya, kerja sama antardaerah pada akhirnya harus menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih luas dan inklusif. Aktivitas perdagangan diharapkan ikut membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan kemiskinan.
“Tidak ada sukses sendirian. Makin banyak kolega, makin banyak kolaborasi, sinergi, saya rasa akan semakin banyak yang bisa kita kembangkan bersama. Hubungan antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara ini harus terus kita jaga dan kembangkan agar manfaatnya semakin luas,” kata Khofifah.
Ia berharap kerja sama ekonomi kedua provinsi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Harapan kita tentu pertumbuhan yang inklusif, kesejahteraan masyarakat meningkat, lapangan kerja terbuka lebih luas, dan kemiskinan bisa kita turunkan,” pungkasnya. (saf)








