NUNUKAN, Headlinews.id – Pembangunan Jembatan Rurum Doo di Desa Long Umung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, mulai direalisasikan pada 2026 dengan anggaran Rp645 juta. Proyek ini mendapat dukungan DPRD Nunukan karena keberadaannya berkaitan langsung dengan kebutuhan akses transportasi masyarakat di kawasan perbatasan.
Ketua Komisi III DPRD Nunukan, Rian Antony mengapresiasi alokasi anggaran pemerintah daerah untuk pembangunan tersebut. Menurutnya, keterlibatan Pemkab Nunukan dalam pembangunan jembatan memperlihatkan upaya menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat, meskipun aset tersebut berada di bawah kepemilikan pemerintah provinsi.
“Pembangunan infrastruktur seperti ini memang harus mendapat dukungan bersama. Kondisi geografis Krayan Timur memiliki tantangan tersendiri, sehingga keberadaan jembatan sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Rian menyebut, Jembatan Rurum Doo merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang mendapat intervensi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Nunukan. Langkah tersebut dinilainya sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kebutuhan warga di wilayah perbatasan.
“Walaupun status jembatan ini merupakan aset pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten tetap mengambil bagian dalam pembangunannya. Artinya, kebutuhan masyarakat tetap bisa diperjuangkan melalui koordinasi antarpemerintah,” katanya.
Ia menambahkan, ketersediaan akses transportasi yang memadai berkaitan dengan berbagai aktivitas masyarakat. Mulai dari mobilitas antardesa, kegiatan ekonomi hingga akses pendidikan yang setiap hari dimanfaatkan warga.
“Jangan sampai masyarakat di wilayah perbatasan mengalami kesulitan hanya karena akses penghubung antardesa belum memadai. Infrastruktur dasar seperti jembatan harus terus mendapat dukungan dalam penyusunan program pembangunan daerah,” ungkapnya.
Rian menegaskan, DPRD Nunukan akan terus mendorong agar kebutuhan pembangunan di kawasan pedalaman dan perbatasan mendapat ruang dalam pembahasan anggaran daerah.
“Kami akan terus mendorong agar kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman dan perbatasan dapat masuk dalam prioritas pembangunan. Akses transportasi sangat berkaitan dengan pendidikan, perekonomian, serta aktivitas sosial masyarakat,” tuturnya.
Pembangunan Jembatan Rurum Doo masuk dalam program rekonstruksi jalan Pemerintah Kabupaten Nunukan Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan bersumber dari APBD Kabupaten Nunukan dengan nilai kontrak Rp645 juta dan masa pelaksanaan 100 hari kalender.
Camat Krayan Timur Marjuni menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan DPRD Nunukan atas terealisasinya pembangunan tersebut. Ia menjelaskan, jembatan itu memiliki fungsi strategis karena menghubungkan akses 17 desa di wilayah Long Umung.
Menurutnya, keberadaan jembatan juga berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas pendidikan. Sejumlah pelajar menggunakan jalur tersebut untuk menuju sekolah, mulai dari SDN Long Umung, SMPN Long Umung hingga SMAN Krayan dan SMKN Krayan.
“Jembatan Rurum Doo merupakan jalur utama bagi masyarakat kami. Anak-anak sekolah juga menggunakan akses ini setiap hari untuk menempuh pendidikan. Dengan pembangunan yang dilaksanakan sekarang, perjalanan mereka diharapkan lebih aman dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung lebih lancar,” jelas Marjuni.
Ia mengatakan, pembangunan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi akibat kondisi geografis Krayan Timur.
“Kami merasakan langsung manfaat dari pembangunan ini. Dukungan pemerintah daerah memberikan kesempatan bagi masyarakat Krayan Timur untuk mendapatkan akses transportasi yang lebih baik,” tuturnya.
Marjuni secara khusus menyampaikan terima kasih kepada anggota DPRD Nunukan yang ikut menyuarakan dan mengawal kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Kabupaten Nunukan yang selama ini ikut menyuarakan, mengawal, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Krayan Timur. Pembangunan ini sangat berarti bagi warga kami, terutama untuk mendukung akses pendidikan dan kegiatan sehari-hari masyarakat,” tutupnya. (*/fn)










