TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Kebakaran hebat melanda permukiman padat di Desa Long Lasan, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Sabtu (2/5/2026) sore. Api dengan cepat menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya hingga menghanguskan sebagian besar bangunan di lokasi.
Data sementara mencatat tujuh rumah warga terbakar habis, sementara dua bangunan lain mengalami kerusakan. Selain itu, tiga sarang burung walet di sekitar lokasi juga terdampak.
Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, ditambah dengan banyaknya harta benda warga yang tidak sempat diselamatkan.
PS Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, AIPDA Hadi Purnomo, menjelaskan titik awal kebakaran diduga berasal dari salah satu rumah warga.
“Berdasarkan informasi awal, api pertama kali muncul dari bagian dapur salah satu rumah, kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi rumah yang sebagian besar berbahan kayu serta jarak antarbangunan yang berdekatan menjadi faktor utama cepatnya penyebaran api.
“Material bangunan yang mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan pada fase awal kejadian,” katanya.
Kepanikan sempat terjadi saat api mulai membesar. Warga berhamburan keluar rumah sambil berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dijangkau.
Di tengah situasi tersebut, warga secara spontan melakukan upaya pemadaman secara gotong royong dengan peralatan seadanya.
“Masyarakat langsung berinisiatif membantu, baik untuk evakuasi maupun pemadaman dengan memanfaatkan sumber air di sekitar lokasi,” jelas Hadi.
Salah satu penghuni rumah yang menjadi titik awal kebakaran sempat berada di dalam rumah saat api mulai membesar.
Ia berhasil menyelamatkan diri setelah dibangunkan oleh anggota keluarga yang mengetahui adanya kebakaran.
“Korban terbangun saat kondisi api sudah membesar di bagian dapur dan segera keluar bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri,” ungkapnya.
Upaya pemadaman turut melibatkan warga dari sejumlah desa sekitar, dibantu personel TNI dan kepolisian setempat.
Dengan keterbatasan peralatan, api akhirnya berhasil dipadamkan setelah beberapa waktu, meski sebagian besar bangunan tidak dapat diselamatkan.
Hadi menambahkan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik yang memicu munculnya api di dalam rumah.
“Indikasi awal mengarah pada gangguan instalasi listrik yang kemudian memicu kebakaran,” katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh warga terdampak harus kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda mereka.
“Saat ini situasi sudah kondusif, dan kami masih melakukan pendataan serta penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian,” pungkasnya. (rn)










