TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Akses internet berbasis Starlink di Kabupaten Bulungan telah diperluas hingga 42 lokasi selama 2025–2026. Jaringan tersebut ditempatkan pada kantor desa, sekolah, puskesmas, pemukiman warga hingga kantor kecamatan yang masih menghadapi keterbatasan konektivitas.
Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., menyebut perluasan jaringan diarahkan pada wilayah yang selama ini menghadapi kendala akses internet.
Ketersediaan konektivitas diperlukan agar pelayanan pemerintahan dan layanan dasar tetap dapat berjalan meski berada jauh dari pusat daerah.
“Masih ada wilayah yang menghadapi keterbatasan jaringan internet, sehingga titik-titik seperti itu perlu kita prioritaskan. Konektivitas dibutuhkan supaya pelayanan masyarakat tetap berjalan dan tidak terhambat persoalan akses,” ujar Syarwani.
Menurutnya, kebutuhan internet kini berkaitan langsung dengan berbagai aktivitas masyarakat. Sekolah membutuhkan jaringan untuk mendukung pembelajaran, fasilitas kesehatan memerlukan konektivitas dalam pelayanan, sedangkan kantor desa membutuhkan akses internet untuk menjalankan administrasi dan pelayanan kepada warga.
“Sekarang internet sudah menjadi bagian dari kebutuhan pelayanan. Sekolah, puskesmas dan kantor desa membutuhkan jaringan yang bisa diandalkan untuk menjalankan tugasnya. Masyarakat di wilayah terpencil juga perlu mendapat akses yang sama,” katanya.
Pemasangan perangkat dilakukan secara bertahap oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (DKIP) Bulungan. Pada 2025, perangkat Starlink dipasang di 32 lokasi, kemudian bertambah 10 lokasi pada 2026 sehingga total mencapai 42 lokasi.
Syarwani menyebut penambahan titik akan disesuaikan dengan kondisi jaringan di lapangan. Pemerintah daerah akan memetakan wilayah yang masih mengalami kesulitan konektivitas untuk menentukan lokasi yang perlu mendapat dukungan berikutnya.
“Penempatannya kita sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Titik yang masih sulit mendapatkan jaringan akan kita lihat dan kita prioritaskan sesuai kemampuan daerah,” tuturnya.
Dari 42 lokasi tersebut, 20 berada di kantor desa, delapan sekolah, enam puskesmas, enam pemukiman warga dan dua kantor camat. Sebarannya mencakup wilayah yang memiliki tantangan geografis dan akses komunikasi yang relatif terbatas.
Secara kecamatan, Sekatak mendapat 11 titik, Peso 12 titik, Peso Hilir delapan titik, Tanjung Palas Barat empat titik, Tanjung Palas Tengah tiga titik, serta masing-masing satu titik di Bunyu, Tanjung Palas Timur dan Tanjung Palas.
Keberadaan jaringan tersebut diarahkan untuk menunjang kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pemkab Bulungan menempatkan fasilitas pelayanan dasar sebagai bagian dari sasaran perluasan konektivitas agar manfaat perangkat tidak berhenti pada penyediaan akses internet.
“Ukuran keberhasilannya bukan sekadar perangkat terpasang. Internet itu harus bisa dipakai untuk mendukung pelayanan. Kantor desa dapat menjalankan administrasi, sekolah bisa menunjang pembelajaran, dan puskesmas dapat menggunakan jaringan untuk kebutuhan pelayanan kesehatan,” jelas Syarwani.
Ia menambahkan, pemerataan konektivitas akan tetap menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur daerah. Kondisi geografis Bulungan yang luas membuat penyediaan jaringan komunikasi membutuhkan pendekatan berbeda dibanding wilayah dengan akses infrastruktur yang lebih mudah.
“Pembangunan daerah juga perlu melihat kebutuhan konektivitas. Ketika akses digital tersedia, masyarakat di wilayah yang jauh tetap punya kesempatan mengakses informasi, pendidikan dan pelayanan tanpa harus selalu datang ke pusat daerah,” pungkasnya. (rn)








