BULUNGAN, Headlinews.id – Luas wilayah dan kondisi geografis Kabupaten Bulungan menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan kompetensi guru. Pemkab Bulungan menggunakan Teacher Experimental Training (TET) sebagai pola pelatihan berbasis gugus yang dapat menjangkau guru hingga wilayah dengan akses terbatas.
Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., menjelaskan penerapan TET dilakukan dengan mendekatkan proses belajar guru ke wilayah tempat mereka bertugas. Guru tidak perlu selalu datang ke pusat kota karena pembelajaran dapat dilakukan melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) di masing-masing gugus.
“Pola ini kita sesuaikan dengan kondisi Bulungan. Guru yang bertugas jauh dari Tanjung Selor tetap bisa mendapatkan kesempatan belajar tanpa harus meninggalkan wilayahnya. Setelah mendapat pembelajaran di KKG, materi tersebut bisa langsung diterapkan di kelas,” ujar Syarwani saat ramah tamah bersama rombongan joint visit di Hotel Luminor Tanjung Selor, Senin (28/9/2026).
TET dikembangkan Pemkab Bulungan bersama Program INOVASI sejak 2017. Awalnya diterapkan di dua gugus, sistem tersebut kini telah berkembang ke 26 gugus dan pembiayaannya sepenuhnya menggunakan APBD.
Menurut Syarwani, keberlanjutan TET terlihat dari kemampuannya bertahan melewati sejumlah perubahan, termasuk pergantian kepemimpinan, pandemi serta penyesuaian anggaran daerah. Sistem yang awalnya dikembangkan bersama mitra kemudian diintegrasikan ke dalam pengelolaan pendidikan daerah.
“Program ini sudah melewati berbagai kondisi dan tetap berjalan. Sekarang TET sudah menjadi bagian dari sistem daerah, termasuk dari sisi pembiayaan. Ini menunjukkan pola yang dibangun bersama mitra bisa diteruskan dan dikelola oleh pemerintah daerah,” katanya.
Penerapan TET juga berkembang mengikuti kebutuhan pendidikan di Bulungan. Selain digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam literasi dasar, pola tersebut dimanfaatkan saat pandemi untuk membantu mengurangi kehilangan pembelajaran.
Saat ini, kerangka TET turut digunakan untuk memperkuat kemampuan guru reguler dalam memberikan layanan kepada peserta didik berkebutuhan khusus.
“Ketika kebutuhan pendidikan berubah, sistemnya bisa kita sesuaikan. Pengalaman saat pandemi juga menunjukkan jaringan guru yang sudah terbentuk dapat digunakan untuk menghadapi situasi berbeda, termasuk sekarang untuk pendidikan inklusif,” tuturnya.
Pemanfaatan jaringan tersebut kembali dilakukan ketika kebakaran hutan terjadi beberapa pekan lalu. Pemkab Bulungan dapat mengalihkan pembelajaran ke rumah dengan memanfaatkan sistem yang sudah tersedia tanpa membangun mekanisme baru.
“Ada kondisi yang membutuhkan pembelajaran dari rumah, jaringan yang sudah ada bisa langsung digunakan. Kita tidak perlu membuat struktur baru karena sistem dan orang-orang yang menjalankannya sudah terbentuk,” ujar Syarwani.
Dengan luas wilayah lebih dari 13 ribu kilometer persegi, sebagian sekolah di Bulungan memiliki akses yang cukup sulit dan hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai.
Kondisi tersebut membuat pola pelatihan yang dekat dengan lokasi guru dinilai relevan dengan kebutuhan daerah, terlebih kemampuan fiskal pemerintah daerah tetap terbatas.
Pemkab Bulungan berharap TET dapat dikaji sebagai model pengembangan kompetensi guru berbasis gugus bagi daerah lain yang menghadapi persoalan geografis serupa, termasuk wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
“Bulungan terbuka jika daerah lain ingin melihat langsung bagaimana sistem ini berjalan. Pengalaman yang ada di sini bisa dipelajari dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah, terutama bagi wilayah yang menghadapi tantangan akses dan keterbatasan anggaran,” kata Syarwani.
Kunjungan bersama Perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kedutaan Besar Australia serta tim Program INOVASI berlangsung di Kabupaten Bulungan pada 28–29 September 2026.
Rombongan dijadwalkan mengunjungi sekolah dan berdiskusi dengan kepala sekolah, pengawas serta guru untuk melihat penerapan TET secara langsung.
Joint visit tersebut melibatkan Komite Pengarah Nasional Program INOVASI, Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Unit Manager Pendidikan Dasar Kedutaan Besar Australia, Deputy Director Bidang Ekosistem Pendidikan dan Sub Nasional, Deputy Program Director Education Policy, Performance and Learning, UPT Kemendikdasmen serta perangkat daerah Pemkab Bulungan. (rn)







