TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Dua rumah dinas guru SDN 003 Tanjung Palas di Jalan AMD RT 008, Desa Antutan, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, ludes terbakar, Minggu (20/9/2026). Kedua bangunan yang terbuat dari kayu itu dalam kondisi kosong saat api melalap sekitar pukul 10.30 WITA.
Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan Aipda Hadi Purnomo mengatakan, api pertama kali diketahui warga bernama Elia yang baru pulang dari ibadah. Dari sekitar lokasi, saksi melihat kobaran api sudah cukup besar pada bagian bangunan rumah dinas.
“Saksi melihat api sudah membesar ketika tiba di sekitar lokasi. Setelah mengetahui ada kebakaran, informasi itu langsung disampaikan kepada warga dan diteruskan kepada petugas,” kata Hadi.
Kondisi dua bangunan yang berbahan kayu dan sudah cukup lama membuat api cepat membesar. Posisi rumah dinas juga berdekatan dengan permukiman warga sehingga penanganan segera dilakukan untuk mencegah api merambat ke bangunan lain.
Polisi bersama warga kemudian membantu proses pemadaman sembari berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran. Sebanyak enam armada dikerahkan, terdiri dari tiga unit PMK Tanjung Selor dan tiga unit PMK Tanjung Palas.
“Personel langsung bergerak setelah menerima informasi. Pemadaman dilakukan bersama warga dan petugas PMK supaya api tidak menjalar ke rumah-rumah di sekitar lokasi,” ujar Hadi.
Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 12.00 WITA. Setelah pemadaman selesai, petugas melakukan pemeriksaan awal di lokasi, mendata kondisi bangunan serta meminta keterangan dari warga yang mengetahui kejadian.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Kedua rumah dinas memang tidak ditempati saat kebakaran berlangsung, sedangkan nilai kerugian masih dihitung.
“Tidak ada penghuni di kedua rumah saat kejadian, sehingga korban jiwa maupun luka tidak ada. Untuk kerugian material masih kami lakukan pendataan,” jelas Hadi.
Sementara penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan informasi dari lokasi untuk mengetahui sumber awal api. Informasi mengenai dugaan puntung rokok yang disebut-sebut berasal dari anak-anak yang kerap berada di sekitar bangunan juga belum dapat dipastikan.
“Penyebabnya belum bisa kami simpulkan. Informasi yang beredar di masyarakat masih perlu diperiksa lagi dengan keterangan saksi dan kondisi di lokasi. Kami masih mendalami dari mana api pertama kali muncul,” tegas Hadi.
Hadi mengatakan kondisi bangunan ikut memengaruhi cepatnya api menghanguskan rumah dinas tersebut. Material kayu yang sudah berusia cukup lama dan sebagian mengalami pelapukan membuat bangunan lebih mudah terbakar.
“Bangunannya berbahan kayu dan kondisinya sudah cukup lama. Saat api muncul, material seperti itu membuat kobaran cepat membesar. Setelah ini kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebabnya,” pungkasnya. (rn)










