TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Pembangunan intake air baku Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan terus dikebut. Infrastruktur dengan kapasitas pengambilan air mencapai 200 liter per detik tersebut sudah berada pada tahap penyelesaian sejumlah fasilitas pendukung.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V Tanjung Selor, Mustafa, S.ST., M.T., mengatakan progres pembangunan secara keseluruhan sudah berada di kisaran 80 persen. Bagian yang masih dikerjakan berada di sekitar rumah pompa dan sistem penyaringan.
“Kalau yang di sana itu tinggal pompa sebenarnya. Rumah pompanya sudah ada. Tinggal pompanya, kemudian ada saringan yang perlu diperbaiki sama sedimen di bawah rumah pompa itu dibersihkan. Jadi memang tinggal beberapa bagian saja,” ujar Mustafa.
Pompa menjadi bagian yang belum terpasang karena proses pengadaannya masih berlangsung. Mustafa mengatakan sebagian komponen pompa harus didatangkan dari luar negeri sehingga pemasangannya menunggu barang tiba.
“Pompanya masih proses pemesanan. Ada sebagian unsur pompanya dari luar negeri, jadi masih PO. Begitu datang, ya langsung kita pasang. Kalau sudah terpasang, jaringan yang ada itu sudah terhubung semua,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, Mustafa memperkirakan progres fisik akan meningkat setelah pompa terpasang. Infrastruktur pendukung di lokasi sudah disiapkan sehingga pekerjaan tidak lagi berada pada tahap pembangunan awal.
“Sekarang sekitar 80 persen. Kalau pompanya sudah datang, mungkin mendekati 90 persen. Tinggal rumah pompa, saringan, kemudian bersihkan bagian bawahnya itu. Setelah itu kita lihat lagi untuk penyelesaian berikutnya,” jelasnya.
Intake tersebut mengambil air dari Sungai Kayan yang memiliki aliran lebih besar dibandingkan sejumlah sumber air baku yang mengandalkan tampungan. Kapasitas 200 liter per detik dipilih untuk memanfaatkan potensi sungai dalam memenuhi kebutuhan air di Bulungan.
“Karena Sungai Kayan itu kan besar, lebar juga. Jadi 200 liter per detik itu masih cukup untuk diambil dari sana. Kalau di Tarakan yang mendekati kapasitas itu Bendungan Binalatung, rencananya 200 liter per detik, tetapi yang dimanfaatkan sekarang sekitar 120 liter per detik,” ungkap Mustafa.
Menurutnya, sumber air dari sungai memberikan karakter berbeda dibandingkan embung dan bendungan yang sangat dipengaruhi kapasitas tampungan. Meski begitu, kondisi debit Sungai Kayan tetap perlu dipantau terutama ketika curah hujan mengalami penurunan.
Pengembangan intake tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan air yang terus berkembang di Bulungan. Selain masyarakat, kawasan industri memiliki kebutuhan air cukup besar dan sejumlah perusahaan telah memiliki intake serta instalasi pengolahan air sendiri.
“Di kawasan industri itu perusahaan memang ada yang punya intake sendiri, punya IPA sendiri. Kami dulu yang merekomendasikan untuk pengambilan airnya. Jadi mereka mengambil dari sungai, kemudian pemakaiannya juga dilaporkan secara berkala,” tutur Mustafa.
BWS Kalimantan V menempatkan intake Sungai Kayan sebagai salah satu infrastruktur untuk menambah sumber air baku di Bulungan. Kapasitas 200 liter per detik menjadi tambahan dari sumber-sumber air yang sudah tersedia di wilayah tersebut.
Mustafa mengatakan pekerjaan akan kembali dilanjutkan setelah pompa tiba. Selain pemasangan, bagian rumah pompa dan saringan juga perlu dipastikan siap sebelum sistem dijalankan.
“Jadi tinggal menunggu pompanya saja. Rumah pompa sudah ada, jaringan sudah nyambung. Nanti kalau pompanya datang, dipasang, kita bersihkan bagian yang perlu dibersihkan, kemudian baru kita lihat kesiapan semuanya untuk dioperasikan,” pungkasnya. (saf)







