TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Masuknya investasi dan bertambahnya jumlah perusahaan di Kalimantan Utara dinilai belum otomatis menjamin masyarakat lokal dapat menikmati peluang kerja yang tersedia.
Kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penting agar tenaga kerja daerah tidak hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan ekonomi yang terjadi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Bulungan Dwi Sugiarto menanggapi pelaksanaan Bulungan Job Fair 2026 yang menghadirkan 23 perusahaan dengan total 672 lowongan pekerjaan.
Menurut Dwi, banyaknya kebutuhan tenaga kerja yang ditawarkan perusahaan menunjukkan bahwa peluang kerja di Bulungan masih terbuka lebar. Namun, peluang tersebut harus dibarengi peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu memenuhi standar yang dibutuhkan dunia usaha.
“Peluang kerja sebenarnya ada dan cukup besar. Tantangannya sekarang bagaimana tenaga kerja lokal bisa memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan sehingga kesempatan itu tidak diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah,” katanya.
Ia menilai salah satu persoalan yang masih sering ditemui adalah ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dengan kemampuan pencari kerja. Akibatnya, perusahaan kesulitan mendapatkan tenaga kerja sesuai kebutuhan, sementara di sisi lain masih banyak masyarakat yang belum terserap ke dunia kerja.
“Sering kali lowongannya tersedia, tetapi kompetensi yang dicari perusahaan belum sepenuhnya dimiliki pencari kerja. Kondisi seperti ini yang harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Dwi menegaskan pengembangan kualitas SDM perlu menjadi prioritas seiring meningkatnya investasi di Kalimantan Utara. Menurutnya, keberadaan perusahaan dan proyek investasi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
“Jangan sampai investasi terus berkembang, tetapi masyarakat lokal tidak ikut menikmati dampaknya. Kita ingin masyarakat Bulungan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi tersebut,” tegasnya.
Ia mengapresiasi pelaksanaan Bulungan Job Fair 2026 karena menjadi wadah yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan dalam satu tempat. Kegiatan tersebut juga dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan tenaga kerja yang saat ini paling banyak dicari dunia usaha.
Selain membuka akses informasi lowongan kerja, kegiatan itu dinilai dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Kegiatan seperti ini penting karena tidak hanya membantu masyarakat mencari pekerjaan, tetapi juga memberi gambaran kompetensi apa yang dibutuhkan industri saat ini,” katanya.
DPRD Bulungan, lanjut Dwi, mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas tenaga kerja, mulai dari pelatihan vokasi, pengembangan keterampilan hingga penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar lulusan pendidikan maupun pencari kerja memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Kita harus memastikan tenaga kerja lokal memiliki daya saing. Kalau kualitas SDM terus meningkat, maka masyarakat kita akan lebih siap memanfaatkan peluang kerja yang muncul di daerah sendiri,” pungkasnya. (rn)








