TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Penguatan organisasi cabang olahraga menjadi langkah yang ditempuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bulungan untuk membangun prestasi atlet. Pembenahan kelembagaan dilakukan seiring pelaksanaan Program Bulungan Unggul yang disiapkan sebagai wadah pembinaan atlet berprestasi.
Ketua KONI Kabupaten Bulungan Heru Rachmady mengatakan keberhasilan mencetak atlet tidak terlepas dari sistem pembinaan yang berjalan di setiap cabang olahraga. Penataan organisasi menjadi salah satu prioritas agar proses pembinaan atlet berlangsung secara berkelanjutan.
“Prestasi atlet tidak lahir begitu saja. Semua berawal dari cabang olahraga yang memiliki organisasi kuat, pembinaan yang berjalan, dan program yang jelas. Dari fondasi itu kami menyiapkan atlet untuk berkembang ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Heru.
Saat ini terdapat 45 cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Bulungan. Menurut Heru, seluruh cabor didorong memiliki perangkat organisasi yang aktif sekaligus menjalankan pola pembinaan atlet secara berjenjang agar mampu menghasilkan bibit-bibit berprestasi.
Sejalan dengan itu, KONI Bulungan menjalankan Program Bulungan Unggul sejak 2024 sebagai wadah untuk menjaring atlet potensial dari setiap cabang olahraga. Atlet yang dinilai memiliki kemampuan menonjol dipantau bersama Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) sebelum mengikuti pembinaan lanjutan.
“Kami menyelaraskan program KONI dengan pembinaan di setiap cabang olahraga. Atlet terbaik dari masing-masing cabor kemudian diproyeksikan mengikuti pembinaan yang lebih intensif sehingga perkembangan mereka bisa dipantau secara berkesinambungan,” katanya.
Heru menjelaskan, atlet yang masuk dalam Program Bulungan Unggul tidak hanya menjalani latihan di Bulungan. Mereka juga difasilitasi mengikuti pemusatan latihan di sejumlah daerah yang memiliki sistem pembinaan olahraga lebih maju untuk meningkatkan kemampuan teknik maupun pengalaman bertanding.
“Kalau setiap cabang olahraga mampu melahirkan satu atlet potensial, itu sudah menjadi modal besar. Kami memberi kesempatan mereka berlatih di Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, bahkan hingga luar negeri. Menjelang PON lalu, ada 14 atlet yang kami magangkan agar kualitas latihan dan jam terbangnya semakin meningkat,” ungkapnya.
Selain mengejar prestasi, Heru menilai pembinaan olahraga juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bulungan. Menurutnya, olahraga berperan membentuk karakter, kedisiplinan, dan sportivitas generasi muda.
Ia menambahkan, pengembangan olahraga membutuhkan dukungan berbagai pihak. Karena itu, KONI Bulungan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, cabang olahraga, masyarakat, media, dunia usaha, dan perguruan tinggi agar pembinaan atlet dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Pembinaan olahraga membutuhkan kerja bersama. Semakin kuat sinergi yang dibangun, semakin besar peluang Bulungan melahirkan atlet yang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di berbagai ajang,” tutup Heru. (rn)










