TARAKAN, Headlinews.id – Peserta didik Sekolah Rakyat di Kota Tarakan belum dapat menempati gedung permanen pada awal tahun ajaran 2026/2027. Pembangunan kompleks sekolah di Kelurahan Juata Laut masih berjalan dengan progres 64,52 persen sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di gedung sementara.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tarakan, Arbain, mengatakan hasil pemantauan terakhir menunjukkan pembangunan gedung belum mencapai tahap penyelesaian.
Meski pekerjaan fisik terus berjalan, waktu yang tersedia belum cukup untuk memastikan seluruh fasilitas dapat digunakan dalam waktu dekat.
“Berdasarkan pemantauan terakhir, progres pembangunan baru mencapai 64,52 persen. Setiap hari memang ada perkembangan pekerjaan, tetapi untuk mengejar target penyelesaian masih membutuhkan waktu,” ujar Arbain.
Ia menjelaskan, pengerjaan saat ini diarahkan pada bangunan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan peserta didik. Ruang kelas dan asrama menjadi fasilitas utama yang diprioritaskan karena menjadi bagian penting dalam operasional Sekolah Rakyat.
“Pekerjaan yang sedang dikebut adalah ruang belajar dan asrama siswa. Dua fasilitas itu menjadi prioritas agar nantinya kegiatan pendidikan dan kebutuhan peserta didik dapat berjalan dengan baik ketika gedung sudah siap digunakan,” katanya.
Selain ruang belajar dan asrama, sejumlah fasilitas pendukung masih dalam tahap pengerjaan. Fasilitas tersebut meliputi aula, dapur umum, tempat ibadah, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), ruang guru, rumah dinas guru, serta sarana penunjang lainnya dalam kawasan Sekolah Rakyat.
Arbain menyebut beberapa bagian gedung mulai mengalami perkembangan. Sejumlah ruang belajar bahkan telah dilengkapi meja dan kursi sebagai persiapan sebelum bangunan dimanfaatkan untuk kegiatan sekolah.
“Beberapa ruangan sudah mulai dilengkapi perlengkapan pendukung. Namun, penggunaan gedung tetap menunggu seluruh fasilitas selesai dan memenuhi standar kelayakan,” jelasnya.
Menurutnya, kesiapan gedung tidak hanya dilihat dari selesainya bangunan utama, tetapi juga kelengkapan fasilitas pendukung yang menunjang aktivitas peserta didik selama berada di lingkungan sekolah.
“Gedung permanen akan digunakan setelah seluruh bagian yang dibutuhkan sudah siap. Proses pemindahan peserta didik tetap mengikuti arahan pemerintah pusat sebagai penyelenggara program Sekolah Rakyat,” ucap Arbain.
Sambil menunggu pembangunan rampung, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat masih berlangsung di gedung sementara eks Balai Latihan Kerja (LLK) Tarakan. Lokasi tersebut menjadi tempat operasional bagi peserta didik angkatan pertama.
Arbain memastikan pemantauan terhadap progres pembangunan tetap dilakukan agar penyelesaian fasilitas dapat berjalan sesuai tahapan. Pemerintah daerah juga menyesuaikan langkah dengan kebijakan pemerintah pusat terkait operasional Sekolah Rakyat.
“Untuk sementara kegiatan belajar tetap berjalan di lokasi yang tersedia saat ini. Setelah gedung permanen siap digunakan dan mendapat arahan lebih lanjut, peserta didik akan dipindahkan ke fasilitas tersebut,” pungkasnya. (saf)










