TARAKAN, Headlinews.id – Kesiapan teknis keberangkatan jamaah haji asal Kalimantan Utara dipastikan berjalan sesuai jadwal, dengan pengaturan ketat pada alur keberangkatan serta waktu istirahat jamaah sebelum menuju Tanah Suci.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan kunjungan ke Kalimantan Utara dilakukan untuk memastikan langsung kesiapan layanan dan alur keberangkatan jamaah haji, terutama di wilayah yang bersifat transit.
“Ini bagian dari monitoring langsung untuk memastikan seluruh proses berjalan baik, mulai dari persiapan hingga keberangkatan jamaah haji di daerah,” ujarnya saat meninjau keberangkatan jamaah haji Kaltara bersama Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang di Bandara Juwata Tarakan, Senin (4/5/2026).
Ia menegaskan, Kalimantan Utara memiliki karakteristik sebagai daerah transit dengan jumlah jamaah yang relatif tidak besar, namun memiliki waktu perjalanan yang lebih panjang sehingga perlu perhatian khusus.
Untuk daerah seperti Kaltara, meskipun jumlah jamaah tidak terlalu banyak, tetapi karena sifatnya transit dan waktu tempuh lebih panjang, maka perlu pengaturan yang lebih hati-hati terutama terkait waktu istirahat jamaah,” jelasnya.
Dahnil mengingatkan agar pemerintah daerah maupun pihak penyelenggara tidak terlalu banyak menggelar kegiatan seremonial menjelang keberangkatan jamaah.
Ia juga mengimbau agar kegiatan seremonial tidak terlalu banyak, sehingga jamaah bisa lebih fokus beristirahat sebelum masuk asrama haji dan melanjutkan perjalanan.
“Alhamdulillah, di sini kami bisa langsung ke titik keberangkatan, menyapa jamaah tanpa banyak acara seremonial. Apalagi setelah ini mereka akan masuk asrama haji dan harus menunggu sekitar satu hari sebelum terbang kembali. Belum lagi ada pemeriksaan kesehatan dan proses lainnya,” tuturnya.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi beban fisik jamaah, mengingat sebagian besar rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi tubuh yang prima.
“Sekitar 95 persen rangkaian ibadah haji itu bersifat fisik, sehingga jamaah terutama lansia tidak perlu memaksakan diri di luar ibadah-ibadah inti,” tegasnya.
Selain itu, ia juga kembali menyoroti praktik kegiatan tambahan seperti city tour dan umrah berulang yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip pelayanan haji yang ideal.
“Kami sudah mengingatkan petugas dan KBIHU agar tidak menambah program yang membebani jamaah seperti city tour atau umrah berulang. Itu harus dikendalikan,” ujarnya.
Dahnil bahkan menegaskan pihaknya tidak segan memberikan tindakan tegas terhadap KBIHU yang masih melanggar aturan tersebut.
“Jika masih dilakukan, akan ada sanksi tegas, termasuk pencabutan izin bagi KBIHU yang tidak mematuhi ketentuan,” tambahnya.
Dahnil juga berterima kasih kepada pemerintah daerah dan pemerintah provinsi, khususnya kepada Gubernur, yang selama ini memberikan perhatian penuh terhadap penyelenggaraan haji di Kalimantan Utara.
Selain itu, ia menegaskan penyelenggaraan haji tidak boleh dipandang sebagai komoditas, melainkan pelayanan ibadah yang harus mengutamakan kenyamanan jamaah.
“Kami ingin menghentikan praktik yang menjadikan jamaah sebagai komoditas. Fokus kita adalah pelayanan ibadah yang nyaman, aman, dan manusiawi,” tegasnya.
Selain agenda monitoring, Dahnil juga menyampaikan rencana dialog dengan generasi muda di Tarakan dalam agenda yang disebut sebagai “generasi haji”.
“Generasi haji itu harus memiliki kesiapan fisik, intelektual, dan mental. Istitha’ah itu bukan hanya fisik, tetapi juga kemampuan secara menyeluruh,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, H. M. Saleh memastikan seluruh proses persiapan keberangkatan jamaah haji telah berjalan sesuai standar.
“Alhamdulillah seluruh tahapan sudah kami siapkan, mulai dari kesehatan, administrasi, hingga kesiapan keberangkatan jamaah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan.
“Kami terus berkoordinasi agar jamaah dapat berangkat dengan lancar, aman, dan nyaman hingga ke Tanah Suci,” tutupnya. (saf)









