TARAKAN, Headlinews.id – Setelah menunggu selama 13 tahun, Wali Kota Tarakan, Khairul, akhirnya berangkat menunaikan ibadah haji bersama istrinya dalam Kloter 7 musim haji 2026, Senin (4/5/2026).
Keberangkatan ini menjadi bagian dari rombongan jemaah calon haji asal Tarakan yang dilepas dari Masjid Baitul Izzah Islamic Center, dengan total 103 jemaah pada gelombang awal pemberangkatan.
Sehari sebelum keberangkatan, Khairul masih menjalani rangkaian persiapan yang disebutnya berlangsung normal tanpa aktivitas berlebihan. Fokus utama diarahkan pada kesiapan fisik, mengingat rangkaian ibadah haji berlangsung panjang dan menuntut stamina yang stabil.
“Persiapan saya kira standar saja. Mengikuti manasik, menjaga kondisi fisik seperti olahraga, jalan kaki, banyak minum, dan istirahat yang cukup. Semua dilakukan secukupnya, tidak berlebihan,” ujarnya.
Selain manasik yang difasilitasi pemerintah, ia juga mengikuti bimbingan melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), yang memberikan tambahan materi teori dan praktik sebagai penguatan pemahaman ibadah.
“Di KBIH juga ada bimbingan tambahan, jadi lebih lengkap. Ada teori dan praktik yang membantu memahami tahapan ibadah lebih rinci,” katanya.
Dari sisi kesehatan, Khairul menjalani pemeriksaan sejak awal tahapan keberangkatan. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar untuk menjaga pola aktivitas dan kebugaran sebelum berangkat.
Khairul pun menjalani pemeriksaan kesehatan sejak awal sebagai bagian dari tahapan keberangkatan. Menurutnya, hasil pemeriksaan dan arahan tenaga medis menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan fisik jemaah.
“Di awal juga ada cek kesehatan dan kami mengikuti saran dari dokter. Itu penting untuk memastikan kesiapan fisik selama menjalankan ibadah,” ujarnya.
Pengalaman Khairul dalam ibadah haji bukan yang pertama. Pada tahun 2000, ia pernah berangkat ke Tanah Suci, namun saat itu sebagai petugas kesehatan sehingga tidak menjalankan seluruh rangkaian ibadah sebagai jemaah penuh.
“Tahun 2000 saya berangkat sebagai petugas kesehatan, jadi fokusnya pada tugas, bukan sebagai jemaah penuh. Karena itu tidak bisa mengikuti seluruh rangkaian ibadah secara maksimal,” katanya.
Kondisi berbeda terjadi pada keberangkatan tahun ini. Istrinya yang sebelumnya belum pernah berhaji, turut berangkat setelah menunggu sejak pendaftaran bersama pada 2013.
Kesempatan tersebut menjadi momen yang dinantikan setelah masa tunggu lebih dari satu dekade.
“Alhamdulillah setelah 13 tahun menunggu, akhirnya bisa berangkat bersama. Ini yang kami syukuri,” ujarnya.
Meski sempat ditawari peran sebagai ketua rombongan, Khairul memilih fokus sebagai jemaah penuh agar dapat menjalankan ibadah secara maksimal tanpa beban tambahan.
“Sempat ditawari jadi ketua rombongan, tapi saya tidak ambil. Saya mau fokus sebagai jemaah penuh supaya bisa menjalankan ibadah dengan lebih tenang,” katanya.
Ia dijadwalkan menjalani rangkaian ibadah selama kurang lebih 40 hari, dengan keberangkatan pada 4 Mei dan kepulangan diperkirakan 17 Juni 2026.
Selama berada di Tanah Suci, jalannya pemerintahan di Kota Tarakan sementara dialihkan kepada Wakil Wali Kota bersama organisasi perangkat daerah (OPD). Khairul menyebut koordinasi tetap diatur agar pelayanan pemerintahan tidak terganggu.
“Untuk sementara pemerintahan dijalankan oleh Wakil Wali Kota dan OPD. Sudah saya arahkan agar tetap koordinasi, terutama jika ada hal yang membutuhkan keputusan,” ujarnya.
Pesannya kepada jemaah, Khairul menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah di tengah cuaca panas dan aktivitas padat di Tanah Suci. Menurutnya, pengaturan ritme menjadi kunci agar seluruh rangkaian ibadah dapat diikuti dengan baik.
“Kalau sudah lelah, istirahat. Jangan dipaksakan. Jaga makan, banyak minum, dan ikuti arahan petugas. Itu penting agar tidak mengalami gangguan kesehatan,” katanya.
Ia berharap seluruh jemaah asal Tarakan dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.
“Semoga semuanya lancar, diberikan kesehatan, dan kembali ke Tarakan dengan selamat serta menjadi haji yang mabrur,” ujarnya. (saf)










