TARAKAN, Headlinews.id – Sebanyak 103 jemaah calon haji asal Tarakan yang tergabung dalam Kloter 7 diberangkatkan, Senin (4/5/2026), dari Masjid Baitul Izzah Islamic Center. Rombongan ini menjadi gelombang awal keberangkatan jemaah haji asal Tarakan tahun ini, yang pada hari yang sama juga dilanjutkan dengan pemberangkatan Kloter 8.
Usai prosesi pelepasan yang dilakukan Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, para jemaah diberangkatkan menuju embarkasi untuk melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci guna menunaikan rukun Islam kelima.
Ibnu Saud menyampaikan sejumlah pesan kepada para jemaah. Salah satunya, aspek kesehatan menjadi perhatian utama selama pelaksanaan ibadah haji, mengingat kondisi cuaca dan aktivitas yang cukup padat di Tanah Suci.
“Yang paling penting itu kesehatan. Ibadah haji ini soal kesiapan mental dan fisik. Rangkaiannya panjang, mulai dari kedatangan, pelaksanaan ibadah di Makkah, hingga puncaknya di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Semua itu butuh stamina yang prima,” ujar Ibnu usai melepaskan jemaah.
Ia menambahkan, jemaah harus mampu mengatur ritme ibadah agar tidak kelelahan, terutama di tengah suhu udara yang jauh lebih tinggi dibandingkan di Indonesia.
“Di sana cuacanya panas, aktivitas juga padat. Kalau tidak diatur dengan baik, bisa kelelahan. Jadi jangan memaksakan diri. Kalau sudah merasa capek, lebih baik istirahat. Ibadah itu bagaimana dijalankan dengan baik sesuai kemampuan,” katanya.
Selain Kloter 7, sebanyak 83 jemaah calon haji lainnya yang tergabung dalam Kloter 8 dijadwalkan berangkat pada siang hari. Dengan demikian, total jemaah asal Tarakan yang diberangkatkan pada hari itu mencapai 186 orang. Dalam rombongan tahun ini, Wali Kota Tarakan, Khairul, beserta istri turut berangkat dan menjadi bagian dari Kloter 7.
Ibnu juga mengingatkan pentingnya menjaga asupan makanan dan cairan selama berada di Tanah Suci sebagai langkah pencegahan terhadap dehidrasi dan gangguan kesehatan lainnya.
“Perbanyak minum air putih, jangan tunggu haus. Makan juga harus teratur. Kadang karena fokus ibadah, orang jadi lupa makan atau minum, padahal itu penting untuk menjaga kondisi tubuh,” ujarnya.
Menurutnya, disiplin terhadap hal-hal dasar seperti istirahat, makan, dan minum akan sangat membantu jemaah dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah.
“Istirahat itu bagian dari ikhtiar. Jangan sampai karena terlalu dipaksakan, akhirnya jatuh sakit dan tidak bisa mengikuti rangkaian ibadah dengan maksimal,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam kelompok selama berada di Tanah Suci. Jemaah diminta untuk tidak terpisah dari rombongan agar memudahkan koordinasi dan penanganan jika terjadi kendala.
“Pastikan tetap bersama kelompok. Jangan jalan sendiri-sendiri. Kalau ada masalah atau kondisi kesehatan menurun, lebih cepat ditangani kalau berada dalam rombongan,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan jemaah untuk mengikuti seluruh arahan petugas haji, termasuk petugas kesehatan yang mendampingi selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah.
“Ikuti arahan petugas, terutama terkait kesehatan. Jangan anggap sepele kalau sudah ada tanda-tanda kelelahan atau sakit. Harapan kita semua jemaah sehat, ibadahnya lancar, dan bisa kembali ke Tarakan dengan selamat,” tandasnya. (saf)










