TARAKAN, Headlinews.id – Pembukaan jalan sepanjang 2,5 kilometer menjadi sasaran utama program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0907/Tarakan. Jalan yang menghubungkan kawasan Pantai Amal dan Mamburungan Timur itu diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat, termasuk dalam mengangkut hasil laut dan perkebunan.
Komandan Kodim 0907/Tarakan Letkol Inf Danan Wisnubrata mengatakan pengerjaan melibatkan personel TNI, Polri, instansi terkait, serta masyarakat setempat.
“Personel TNI dan Polri kita libatkan, kemudian ada juga unsur instansi terkait di Kota Tarakan. Masyarakat sekitar 150 orang juga ikut bersama-sama mengerjakan sasaran TMMD ini,” ujar Danan, Selasa (13/10/2026).
Pengerjaan jalan turut mencakup pemasangan gorong-gorong untuk saluran air. Namun, perubahan cuaca menjadi tantangan yang harus diantisipasi personel di lapangan agar pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana.
“Kendala sementara ini cuaca. Di Tarakan terkadang tiba-tiba hujan, kemudian panas lagi. Kondisi seperti ini membutuhkan perencanaan yang matang dan antisipasi sejak awal supaya kendala yang muncul bisa kita atasi,” jelasnya.
Akses baru tersebut dinantikan warga yang selama ini masih mengandalkan jalur pantai untuk menuju kawasan Tanjung Batu.
Ketua RT 01 Kelurahan Pantai Amal, Subuhana, mengatakan warga harus berjalan kaki sekitar dua kilometer, termasuk saat membawa hasil tangkapan untuk dijual.
“Alhamdulillah, dengan adanya jalan ini mudah-mudahan warga lebih mudah beraktivitas. Warga yang mau menjual hasil tangkapan atau hasil kebun bisa lebih mudah lagi. Selama ini kasihan warga harus melewati pantai,” ungkap Subuhana.
Sebagian besar warga setempat bekerja sebagai nelayan dan petani kebun. Mereka memasarkan hasil laut seperti ikan, udang, dan kerang, serta berbagai hasil perkebunan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Perjalanan melalui pesisir juga semakin sulit ketika air laut naik. Jalan baru diharapkan menjadi jalur alternatif yang mempermudah warga membawa hasil usaha menuju tempat penjualan.
Jalan tersebut memiliki lebar delapan meter, dengan sekitar 400 meter berada di wilayah Pantai Amal dan sisanya di Mamburungan Timur. Pengerjaan dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026.
“Dengan adanya jalan ini, warga bisa lebih enak lagi untuk beraktivitas, termasuk menjual hasil tangkapan atau hasil kebun. Dari Amal ke sana jadi lebih dekat lagi,” pungkas Subuhana. (saf)










