TARAKAN, Headlinews.id – Rencana pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SMK Negeri 4 Tarakan yang sempat diprogramkan pada 2025 belum dapat direalisasikan. Program tersebut terpaksa ditunda akibat keterbatasan waktu pelaksanaan serta kendala administrasi, meskipun perencanaan teknis telah disiapkan sebelumnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMK Negeri 4 Tarakan, Sudirman mengatakan pembangunan sebenarnya sudah direncanakan melalui skema anggaran tahun 2025. Namun, proses yang tidak memungkinkan membuat pelaksanaan tidak dapat dilanjutkan.
“Untuk pembangunan memang kemarin 2025 kami dijanjikan ada RKB juga. Cuma karena waktunya mepet, kemudian ada persoalan administrasi dan sebagainya, akhirnya tidak bisa dilanjutkan. Jadi memang ditunda,” ujarnya.
Penundaan tersebut berdampak pada pengembalian anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025. Hingga tahun anggaran 2026, pembangunan infrastruktur di sekolah tersebut belum kembali masuk dalam prioritas.
“Informasi yang kami dapat dari dinas, di 2026 ini memang belum ada pembangunan. Insya Allah nanti akan dimasukkan lagi di 2027. Harapannya yang kemarin tertunda itu bisa langsung terealisasi,” katanya.
Pemerintah sebelumnya telah melakukan pembelian lahan untuk mendukung pengembangan sekolah. Total luas lahan mencapai sekitar 4,1 hektare, dengan alokasi sekitar 2,1 hektare untuk SMK Negeri 4 Tarakan. Meski secara fisik lahan telah tersedia, proses administrasi berupa penyelesaian akta tanah masih berlangsung.
“Kalau untuk lahannya sendiri, informasi yang kami terima memang sudah dibeli oleh pemerintah. Totalnya sekitar 4,1 hektare, itu dibagi, kurang lebih 2,1 hektare untuk SMK 4, sisanya untuk SMA Negeri 4 yang di belakang. Cuma untuk akta tanahnya memang masih dalam proses, kemarin sudah ada yang selesai tapi baru sebagian,” jelasnya.
Dengan jumlah siswa yang terus meningkat, kebutuhan ruang belajar menjadi semakin mendesak. Saat ini, sekolah harus memaksimalkan ruang yang ada sambil menunggu realisasi pembangunan.
Untuk pengembangan ke depan, sekolah merencanakan pembangunan difokuskan di area belakang yang dinilai masih cukup luas. Skema ini dipilih agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu selama proses pembangunan berlangsung.
“Rencananya pembangunan nanti di bagian belakang, jadi tidak mengganggu KBM. Kalau semua sudah selesai di belakang, baru bangunan yang di depan ini akan dibongkar secara bertahap,” ujarnya.
Selain pembangunan baru, pihak sekolah juga mengusulkan program revitalisasi kepada pemerintah, baik melalui provinsi maupun kementerian. Usulan tersebut mencakup rehabilitasi bangunan yang ada serta penambahan ruang kelas dan fasilitas pendukung lainnya.
“Yang kami usulkan itu sebenarnya tambahan ruang kelas baru sama lab, karena yang kemarin direncanakan itu belum terealisasi. Jadi harapannya bisa masuk lagi di program berikutnya,” katanya.
Pihak sekolah berharap rencana pembangunan yang telah disusun dapat segera direalisasikan pada 2027 agar dapat menunjang proses pembelajaran secara lebih optimal.
“Dengan jumlah siswa yang terus bertambah, tentu kebutuhan ruang juga ikut meningkat. Jadi kami berharap ke depan fasilitas ini bisa segera dilengkapi supaya proses belajar mengajar bisa lebih optimal,” pungkasnya. (saf)










