TARAKAN, Headlinews.id – Bawaslu Kota Tarakan mengawasi pencocokan dan penelitian terbatas (Coktas) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III 2026. Pengawasan diarahkan pada kesesuaian data pemilih dengan kondisi terbaru di lapangan.
Kepala Subbagian PPPSH Bawaslu Kota Tarakan, Wiwiek, mengatakan pengawasan berlangsung selama tiga hari, 2–4 September 2026, dengan cakupan 20 kelurahan di empat kecamatan.
“Jadi kami turun langsung untuk melihat proses Coktas-nya. Data yang dicocokkan kami perhatikan, apakah sudah sesuai dengan kondisi di lapangan atau masih ada data yang perlu diperbaiki,” ujar Wiwiek.
Menurut Wiwiek, pemutakhiran data pemilih membutuhkan ketelitian karena perubahan kondisi masyarakat dapat berdampak terhadap daftar pemilih. Persoalan seperti pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat, data ganda, maupun warga yang belum tercatat perlu diketahui dalam proses tersebut.
“Kalau ada pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat, kemudian ditemukan data ganda, itu perlu diperiksa. Begitu juga kalau ada warga yang seharusnya tercatat sebagai pemilih tetapi belum masuk dalam data,” katanya.
Bawaslu memantau pelaksanaan Coktas oleh jajaran KPU Kota Tarakan di lapangan. Pengawasan juga mencakup kesesuaian tahapan pencocokan dan penelitian dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Wiwiek menyebut cakupan 20 kelurahan membutuhkan koordinasi dan ketelitian agar setiap perubahan data dapat dipastikan kebenarannya sebelum masuk dalam pemutakhiran berikutnya.
“Kalau ada perubahan data, tentu harus dipastikan dulu kondisinya. Data tersebut harus sesuai dengan keadaan pemilih di lapangan, kemudian proses pencatatannya juga mengikuti ketentuan,” jelasnya.
Hasil Coktas PDPB Triwulan III menjadi bagian dari pembaruan data pemilih secara berkelanjutan. Bawaslu tetap mengawasi proses tersebut untuk mengurangi kesalahan maupun persoalan data yang dapat memengaruhi daftar pemilih.
“Data pemilih ini terus bergerak dan berubah. Setiap pembaruan perlu dilakukan dengan teliti supaya data yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi terbaru di lapangan,” tutup Wiwiek. (saf/*)










