TARAKAN, Headlinews.id– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara menyiapkan rangkaian kegiatan dalam Kaltara Sharia Festival (KASHAFA) 2026 sebagai upaya memperluas literasi dan inklusi ekonomi syariah di daerah.
Kegiatan ini akan digelar pada 24–26 April 2026 di Halaman Masjid Islamic Center Tarakan, dengan menghadirkan berbagai agenda edukatif dan interaktif yang menyasar masyarakat luas, khususnya pelaku usaha dan generasi muda.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah kehadiran penceramah nasional, Das’ad Latif, yang dijadwalkan mengisi tabligh akbar pada penutupan kegiatan.
Kepala KPwBI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik menyampaikan kehadiran Das’ad Latif menjadi bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan pesan ekonomi syariah melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pendekatan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga mampu menyentuh sisi spiritual masyarakat,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ia menambahkan, kombinasi antara edukasi ekonomi dan nilai keagamaan diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap konsep ekonomi syariah secara menyeluruh.
“Dengan menghadirkan tokoh yang memiliki kedekatan dengan masyarakat, pesan terkait ekonomi syariah diharapkan bisa lebih mudah diterima,” katanya.
Tabligh akbar bersama Das’ad Latif dijadwalkan berlangsung pada Minggu (26/4/2026) malam sebagai bagian dari penutupan KASHAFA 2026. Selain itu, rangkaian acara juga akan diisi dengan kegiatan menarik lainnya, termasuk demo masak makanan halal oleh Nick Nierxen.
Selama tiga hari pelaksanaan, KASHAFA 2026 akan menghadirkan berbagai program seperti seminar ekonomi syariah, talkshow pembiayaan UMKM, edukasi investasi syariah, hingga bazar produk halal yang melibatkan pelaku usaha lokal.
Pengunjung juga akan diperkenalkan dengan layanan transaksi digital berbasis QRIS sebagai bagian dari upaya mendorong digitalisasi sistem pembayaran di sektor ekonomi syariah.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap masyarakat tidak hanya mengenal konsep ekonomi syariah, tetapi juga dapat mengimplementasikannya dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
KASHAFA 2026 terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi momentum penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Utara. (*)










