Kamis, April 30, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home Tarakan

Fenomena Daycare di Tarakan Meningkat, Pengawasan Belum Menyeluruh

by Ifransyah
30 April 2026
in Tarakan
A A
Fenomena Daycare di Tarakan Meningkat, Pengawasan Belum Menyeluruh

Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Abdul Razaq

TARAKAN, Headlinews.id – Pertumbuhan layanan penitipan anak atau daycare di Kota Tarakan terus meningkat seiring tingginya aktivitas kerja orang tua. Namun, pengawasan terhadap layanan ini dinilai belum sepenuhnya menjangkau seluruh unit yang beroperasi, terutama yang belum terdata secara resmi.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD dan PNF) Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Abdul Razaq mengungkapkan masih terdapat kesalahpahaman di masyarakat terkait posisi daycare dalam sistem pendidikan.

Menurutnya, tidak semua layanan penitipan anak dapat dikategorikan sebagai satuan pendidikan anak usia dini yang berada di bawah pembinaan pemerintah.

“Daycare itu lebih berfokus pada pengasuhan anak, bukan pada pendidikan. Tidak semua layanan daycare berada dalam pembinaan Dinas Pendidikan. Ini yang perlu dipahami oleh masyarakat, supaya tidak disamakan dengan lembaga PAUD,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lembaga yang berada dalam lingkup pembinaan Dinas Pendidikan adalah Taman Penitipan Anak (TPA), yang selain memberikan pengasuhan juga memiliki muatan pendidikan.

TPA wajib memenuhi standar tertentu, mulai dari tenaga pendidik, program kegiatan, hingga sarana dan prasarana, serta harus memiliki izin operasional yang jelas.

“Kalau sudah berbentuk TPA, itu masuk dalam pembinaan kami. Artinya kami bisa melakukan pemantauan, pendampingan, dan memastikan standar pelayanan terhadap anak benar-benar terpenuhi sesuai ketentuan,” jelasnya.

Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya layanan penitipan anak yang belum terdata secara resmi. Keberadaan daycare yang tidak tercatat ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah, karena keterbatasan data berdampak langsung pada ruang pengawasan yang dimiliki.

“Kalau lembaga itu tidak terdata, tentu pengawasan kami menjadi terbatas. Kami tidak bisa menjangkau semuanya. Kesadaran pengelola sangat dibutuhkan untuk memastikan layanan yang diberikan tetap aman dan layak bagi anak,” tegas Abdul Razaq.

Situasi tersebut menjadi semakin relevan setelah muncul sejumlah kasus dugaan perlakuan tidak layak terhadap anak di layanan penitipan anak di berbagai daerah, salah satunya di Yogyakarta. Peristiwa tersebut menegaskan perlunya standar ketat dan pengawasan yang konsisten dalam layanan penitipan anak.

Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan Kota Tarakan mendorong para pengelola daycare untuk mengurus legalitas dan bertransformasi menjadi TPA agar dapat masuk dalam sistem pembinaan pemerintah.

Dengan status yang jelas, lembaga tidak hanya terdata, tetapi juga mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Kami mendorong pengelola daycare untuk mengurus izin dan berproses menjadi TPA. Kalau sudah terdaftar, kami bisa melakukan pembinaan secara berkala dan memastikan layanan yang diberikan sesuai standar yang ada,” katanya.

Selain dorongan kepada pengelola, peran masyarakat juga dinilai penting dalam membantu pengawasan. Warga diharapkan lebih peka terhadap keberadaan layanan penitipan anak di lingkungan sekitar, terutama yang tidak memiliki identitas atau izin yang jelas.

“Kalau ada tempat penitipan anak yang tidak jelas izinnya atau tidak memiliki papan nama, silakan dilaporkan ke kelurahan atau langsung ke Dinas Pendidikan. Kami akan menindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan,” ujarnya.

Dalam proses perizinan, pemerintah tidak serta-merta memberikan izin operasional kepada lembaga yang baru berdiri. Setiap unit akan melalui tahapan pemantauan dalam jangka waktu tertentu untuk memastikan kesiapan pengelolaan, sistem pengasuhan, serta keamanan lingkungan bagi anak.

“Biasanya kami lakukan pemantauan terlebih dahulu selama kurang lebih dua tahun. Kalau dalam periode itu berjalan baik, tidak ada masalah, dan manajemennya jelas, barulah bisa diusulkan untuk mendapatkan izin operasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap lembaga yang sudah terdaftar juga dilakukan secara berkala melalui pengawas dan penilik yang turun langsung ke lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga dan tidak menurun seiring waktu.

Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan penitipan anak, pemerintah berharap seluruh daycare di Tarakan dapat masuk dalam sistem pendataan dan pengawasan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan setiap anak mendapatkan pengasuhan yang aman, nyaman, dan sesuai dengan tahapan perkembangan mereka.

“Kami berharap semua layanan penitipan anak bisa terdata dan memenuhi ketentuan yang ada. Yang paling utama adalah keselamatan dan kenyamanan anak, karena itu yang harus benar-benar dijaga semua pihak,” tandasnya. (saf)

 

Tags: daycaredaycare TarakanDinas Pendidikan Tarakanfenomena daycare Indonesiaizinkeamanan anak daycarelayanan pengasuhan anakPAUD Tarakanpengawasan daycarepenitipan anak TarakanTaman Penitipan Anak (TPA)
Advertisement Banner

Baca Juga

May Day Tarakan Tanpa Aksi, Isu PKWT dan Kebebasan Berserikat Tetap Muncul
Tarakan

May Day Tarakan Tanpa Aksi, Isu PKWT dan Kebebasan Berserikat Tetap Muncul

30 April 2026
Samsat Tarakan Perketat Pengawasan, Cegah Praktik Calo Pajak
Tarakan

Samsat Tarakan Perketat Pengawasan, Cegah Praktik Calo Pajak

29 April 2026
Wali Kota Tarakan Canangkan Desa Cantik di Selumit Pantai
Tarakan

Wali Kota Tarakan Canangkan Desa Cantik di Selumit Pantai

29 April 2026
UBT Kukuhkan Guru Besar Ekonomi, Wali Kota Dorong Riset untuk UMKM
Tarakan

UBT Kukuhkan Guru Besar Ekonomi, Wali Kota Dorong Riset untuk UMKM

29 April 2026
Integrasi Sistem Layanan Tekan Hambatan Ekspor Kaltara
Tarakan

Integrasi Sistem Layanan Tekan Hambatan Ekspor Kaltara

29 April 2026
Ekspor Langsung Dinilai Solusi Rantai Distribusi Kaltara
Tarakan

Ekspor Langsung Dinilai Solusi Rantai Distribusi Kaltara

29 April 2026
Next Post
May Day Tarakan Tanpa Aksi, Isu PKWT dan Kebebasan Berserikat Tetap Muncul

May Day Tarakan Tanpa Aksi, Isu PKWT dan Kebebasan Berserikat Tetap Muncul

Berita Populer

  • Satlantas Tarakan Tertibkan Pengendara di Sekitar SMA Negeri 1

    Satlantas Tarakan Tertibkan Pengendara di Sekitar SMA Negeri 1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kaltara Dilirik Investor Qatar, Jajaki Peluang Migas dan Manufaktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Rakyat Tarakan Belum Capai Target, Siswa Baru 69 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Halalbihalal IKAT, Sekda Ajak Masyarakat Jaga Harmoni

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Standar Layanan Ekspor Disusun, Kaltara Bidik Pasar Asia Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.