Selasa, Juni 9, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home Tarakan

DPRD Minta Penyesuaian Kuota Sapi Masuk Sesuai Kebutuhan Tarakan  

by Ifransyah
16 April 2026
in Tarakan
A A
DPRD Minta Penyesuaian Kuota Sapi Masuk Sesuai Kebutuhan Tarakan   

Anggota DPRD Tarakan, Umar Rafiq saat mengikuti sesi pembahasan dalam sosialisasi karantina hewan di Tarakan.

TARAKAN, Headlinews.id – Pengaturan distribusi sapi dari luar daerah dinilai perlu diperketat agar tidak mengganggu keseimbangan pasar sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternak lokal di Kota Tarakan, terutama menjelang Iduladha 2026 yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan hewan kurban.

Anggota Komisi III DPRD Tarakan, Umar Rafiq menyebut pola distribusi ternak di Tarakan selama ini terbentuk dari kerja sama antara pedagang lokal dengan pemasok dari luar daerah, seperti Gorontalo dan Sulawesi Selatan. Hal ini sudah berlangsung cukup lama dan menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan daging kurban di daerah tersebut.

Ia menjelaskan, dalam mekanisme yang berjalan saat ini, sapi dari luar daerah umumnya dibeli oleh pedagang atau peternak lokal, kemudian dipelihara kembali dalam jangka waktu panjang hingga mencapai bobot yang layak untuk dijual saat momen Iduladha.

“Kalau kita lihat pola yang ada sekarang, memang sudah lama peternak lokal itu bermitra dengan pemasok dari luar. Sapi diambil, kemudian dipelihara lagi sampai siap jual menjelang Iduladha, jadi ini sudah sistem yang terbentuk bertahun-tahun,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (16/4/2026).

Namun, ia menilai persoalan muncul ketika alur distribusi dari luar daerah tidak lagi menyesuaikan kebutuhan riil di Tarakan, melainkan masuk dalam jumlah besar tanpa memperhitungkan daya serap pasar lokal yang terbatas.

Menurutnya, situasi tersebut membuat posisi peternak lokal menjadi tidak seimbang karena mereka harus bersaing dengan sapi yang masuk langsung ke pasar dengan harga yang lebih rendah. Sementara biaya produksi di tingkat lokal sudah terlanjur tinggi akibat proses pemeliharaan jangka panjang.

“Yang jadi masalah itu ketika pasokan dari luar masuk tanpa kontrol. Peternak lokal ini sudah keluar biaya pakan, tenaga kerja, dan perawatan berbulan-bulan, tapi begitu sapi dari luar masuk terlalu banyak, harga langsung tertekan. Akhirnya mereka yang dirugikan,” katanya.

Umar mengungkapkan, berdasarkan tren kebutuhan tahunan, permintaan sapi di Tarakan berada di kisaran sekitar 1.400 ekor, sementara ketersediaan dari peternak lokal hanya mampu memenuhi sekitar 700 ekor, sehingga kekurangan tersebut memang secara alami diisi dari luar daerah.

“Kalau bicara kebutuhan, memang setiap tahun Tarakan itu kurang. Kisarannya sekitar 1.400 ekor, sementara lokal hanya sekitar 700. Jadi kekurangan itu wajar dipenuhi dari luar, tapi yang penting jangan sampai melewati batas kebutuhan itu sendiri,” ujarnya.

Ia menilai jika pasokan dari luar daerah masuk melebihi kebutuhan, maka akan terjadi kelebihan suplai atau over supply yang berdampak langsung pada turunnya harga di tingkat pasar, sehingga stabilitas usaha peternak lokal menjadi terganggu.

“Kalau barang masuknya berlebihan, otomatis hukum pasar bekerja, harga turun. Nah, di situ peternak lokal yang sudah investasi waktu dan biaya panjang jadi tidak bisa bersaing,” jelasnya.

Ia mendorong adanya penguatan koordinasi lintas instansi melalui pembentukan satuan tugas (Satgas) pengendalian distribusi ternak, sehingga dapat mengatur arus masuk hewan berdasarkan data kebutuhan aktual di daerah.

Menurutnya, Satgas tersebut dapat berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi yang memiliki kewenangan dalam penerbitan izin pemasukan ternak. Nantinya, setiap distribusi dapat lebih terukur dan tidak menimbulkan ketidakseimbangan pasar.

“Kalau ada Satgas dan datanya jelas, misalnya kebutuhan sekian ekor, maka izin yang keluar juga harus menyesuaikan. Jadi tidak ada lagi kondisi kelebihan pasokan yang merugikan peternak di daerah,” katanya.

Terkait wacana penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), Umar menilai kebijakan tersebut sulit diterapkan dalam perdagangan sapi karena karakteristik ternak yang sangat bervariasi, baik dari segi bobot, kondisi fisik, maupun kualitas, sehingga tidak bisa diseragamkan dalam satu harga tetap.

“Kalau HET untuk sapi itu memang sangat sulit. Satu ekor dengan yang lain saja bisa beda jauh, ada yang terlihat besar tapi bobotnya tidak sesuai, jadi memang tidak bisa diseragamkan seperti barang dagangan lain,” ujarnya.

Ia berharap ke depan pengaturan distribusi ternak dapat lebih berbasis data dan koordinasi, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa menekan keberlangsungan usaha peternak lokal di Tarakan yang selama ini menjadi bagian penting dalam penyediaan hewan kurban.

“Yang diharapkan itu ada pengaturan yang lebih seimbang, jadi kebutuhan masyarakat terpenuhi, tapi peternak lokal juga tetap bisa bertahan dan tidak tertekan,” pungkasnya. (saf)

 

Tags: Distribusi TernakDPRD TarakanEkonomi DaerahIduladha 2026Peternak Sapi
Advertisement Banner

Baca Juga

Ribuan Kendaraan Terjaring P2KB di Tarakan, 85 Belum Bayar Pajak
Tarakan

Ribuan Kendaraan Terjaring P2KB di Tarakan, 85 Belum Bayar Pajak

9 Juni 2026
Pemkab Tana Tidung Tuntaskan Verifikasi IPPR, Dua Objek Dikenai Sanksi SP-I
Tarakan

Pemkab Tana Tidung Tuntaskan Verifikasi IPPR, Dua Objek Dikenai Sanksi SP-I

9 Juni 2026
Overstay 29 Hari, WN Malaysia Dipulangkan Imigrasi Tarakan
Tarakan

Overstay 29 Hari, WN Malaysia Dipulangkan Imigrasi Tarakan

9 Juni 2026
Operasi Patuh Ditunda, Polantas Tarakan Tetap Patroli Rutin
Tarakan

Operasi Patuh Ditunda, Polantas Tarakan Tetap Patroli Rutin

8 Juni 2026
Peringatan Dini Berakhir, Warga Pesisir Kembali Beraktivitas
Tarakan

Peringatan Dini Berakhir, Warga Pesisir Kembali Beraktivitas

8 Juni 2026
BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami, Gelombang 30 Sentimeter Terpantau di Pantai Amal
Tarakan

BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami, Gelombang 30 Sentimeter Terpantau di Pantai Amal

8 Juni 2026
Next Post
Prestasi Gemilang! Polda Kaltara Raih 3 Penghargaan di Rakernis Humas Polri 2026

Prestasi Gemilang! Polda Kaltara Raih 3 Penghargaan di Rakernis Humas Polri 2026

Wakapolda Kaltara Hadiri Pembukaan Konreg PDRB KASULAMPUA 2026

Wakapolda Kaltara Hadiri Pembukaan Konreg PDRB KASULAMPUA 2026

Wabup Ingatkan Lulusan SMA Siapkan Langkah Usai Sekolah

Wabup Ingatkan Lulusan SMA Siapkan Langkah Usai Sekolah

Berita Populer

  • Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gempa M7,7 di Filipina Picu Peringatan Tsunami, Pesisir Kaltara Berstatus Waspada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekprov Kaltara Tegaskan Dana Reboisasi Rp332 Miliar Aman dan Tak Ada Penyimpangan, Pengelolaan Sesuai Aturan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tengkayu II Diproyeksikan Jadi Titik Layanan Ekspor Baru di Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Tarakan Minta Warga Ikuti Informasi Resmi Soal Peringatan Tsunami

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.