TARAKAN, Headlinews.id– Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tarakan melakukan serangkaian kegiatan konsolidasi demokrasi bersama beberapa partai politik di kota itu.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan serta menanamkan nilai-nilai demokrasi yang sehat, terbuka, dan berintegritas.
Sejak awal Februari 2026, Bawaslu Kota Tarakan telah mengadakan pertemuan dengan DPC PDIP, DPD PKS, dan Partai Gelora Indonesia. Konsolidasi dilakukan dalam suasana diskusi dan dialog terbuka yang membahas aspek teknis pemutakhiran data kepengurusan, domisili kantor, keanggotaan, hingga administrasi partai politik lainnya.
Ketua Bawaslu Kota Tarakan, Riswanto menegaskan pemutakhiran data partai politik adalah fondasi penting untuk mencegah sengketa dan memastikan tata kelola kepartaian sesuai regulasi.
“Data yang akurat dan mutakhir menjadi pegangan utama agar setiap tahapan Pemilu dapat berjalan transparan, adil, dan akuntabel,” ujarnya.
Anggota Bawaslu Kota Tarakan, A. Muh. Saifullah menjelaskan kegiatan konsolidasi ini dilakukan pada masa non-tahapan Pemilu, namun memiliki peran strategis untuk menjaga kualitas demokrasi di Kota Tarakan.
“Pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan sangat penting untuk mencegah sengketa dan memastikan tata kelola kepartaian berjalan sesuai aturan. Konsolidasi ini juga membangun komunikasi dan sinergi antara Bawaslu dan partai politik,” ujar Saifullah.
Selain aspek teknis, pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi terkait penguatan nilai-nilai demokrasi, termasuk pendidikan politik bagi kader dan masyarakat, peningkatan partisipasi pemilih, serta komitmen partai terhadap Pemilu yang jujur dan adil.
“Semua partai diharapkan menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menanamkan integritas, transparansi, dan kejujuran dalam setiap tahapan Pemilu,” katanya.
Saifullah menambahkan, Bawaslu Kota Tarakan terus menjadwalkan kunjungan ke partai-partai lain, termasuk Demokrat, PAN, Golkar, dan Gerindra.
“Target kami adalah setiap minggu mengunjungi tiga partai atau instansi untuk memastikan semua partai terlayani dan data mereka mutakhir,” tandasnya.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Johnson turut menambahkan, pertemuan ini menjadi sarana bagi partai politik untuk memahami regulasi kepemiluan sekaligus menyamakan persepsi mengenai kepengurusan dan administrasi partai.
“Konsolidasi membuka ruang dialog agar setiap partai mampu mematuhi aturan dan menjaga integritas internalnya,” jelas Johnson.
Dengan langkah-langkah ini, Bawaslu Kota Tarakan berharap terbangun ekosistem demokrasi yang sehat, transparan, dan berintegritas, sehingga penyelenggaraan Pemilu di masa mendatang dapat berjalan lancar dan terpercaya.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kota Tarakan, Edi Patanan menyatakan dukungan penuh terhadap pemutakhiran data dan penguatan tata kelola internal partai.
“Kami siap menata kembali administrasi partai dan memastikan seluruh data anggota tercatat dengan benar. Sebenarnya, langkah ini juga bagian dari komitmen PDIP untuk menjaga transparansi internal dan mendukung demokrasi yang sehat di Kota Tarakan,” katanya. (saf)










