TANA TIDUNG, Headlinews.id – Insiden serangan buaya terhadap pekerja tambak di kawasan Pertambakan Desa Menjelutung, Kecamatan Sesayap Hilir, menjadi peringatan bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan tambak dan perairan.
Aparat Kecamatan Tana Lia yang juga memiliki kawasan pertambakan mengingatkan warga agar lebih berhati-hati saat menjalankan aktivitas di sekitar laut dan tambak.
Kapolsek Tana Lia IPDA Dedy Wahyudi mengatakan, pihaknya langsung menggelar pertemuan bersama Camat Tana Lia dan unsur terkait untuk menyampaikan imbauan keselamatan kepada masyarakat. Pekerja tambak menjadi salah satu kelompok yang paling beresiko karena aktivitas mereka bersentuhan langsung dengan perairan.
“Wilayah Tana Lia juga memiliki kawasan yang menjadi habitat buaya. Masyarakat yang beraktivitas di laut maupun sekitar tambak perlu lebih berhati-hati dan tidak mengabaikan keselamatan,” ujar Dedy.
Peristiwa itu terjadi Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 19.30 Wita. Korban tengah membantu panen di area pertambakan Desa Manjelutung. Saat mengambil kepiting di dekat pintu tambak, seekor buaya tiba-tiba menerkamnya dan menyeret korban ke bagian tengah tambak.
Pencarian dilakukan setelah kejadian. Korban ditemukan pada Kamis pagi (27/8/2026) dalam kondisi meninggal dunia.
Dedy mengatakan, kejadian itu perlu menjadi perhatian masyarakat Tana Lia karena aktivitas di kawasan tambak memiliki risiko pertemuan dengan satwa liar, terutama pada lokasi yang terhubung langsung dengan sungai maupun laut.
Menurutnya, pintu tambak menjadi salah satu titik yang perlu diwaspadai. Aktivitas membuka dan menutup pintu tambak, memeriksa kondisi air, menangkap ikan atau kepiting hingga proses panen membuat pekerja kerap berada dekat dengan perairan.
Ia meminta pekerja tidak beraktivitas seorang diri, khususnya saat berada di sekitar pintu tambak atau lokasi yang sulit dipantau.
“Kalau bekerja di sekitar pintu tambak atau pinggir perairan, sebaiknya tidak sendirian. Perhatikan kondisi sekitar sebelum beraktivitas dan jangan mengambil sesuatu dari air apabila keberadaan satwa liar belum dipastikan aman,” katanya.
Kewaspadaan juga diperlukan ketika warga melakukan aktivitas pada malam hari. Pencahayaan dan jarak pandang yang terbatas membuat kondisi sekitar perairan lebih sulit diamati.
Dedy mengingatkan warga tidak mendekati buaya apabila melihat kemunculannya. Masyarakat juga diminta tidak mencoba mengejar, memancing, menangkap maupun mengusir satwa tersebut sendiri.
“Kalau terlihat di sekitar tambak atau permukiman, segera menjauh dan laporkan kepada petugas agar bisa ditindaklanjuti,” tegasnya.
Masyarakat juga diminta tidak membuang bangkai hewan maupun sisa makanan ke perairan. Selain menjaga kebersihan kawasan tambak, langkah itu penting agar sumber makanan tidak menarik buaya mendekati lokasi aktivitas manusia.
Aparat Kecamatan Tana Lia bersama kepolisian dan unsur terkait meminta warga segera melaporkan apabila menemukan kemunculan buaya di sekitar tambak, sungai, laut maupun permukiman.
Dedy menegaskan, masyarakat yang bekerja di kawasan pertambakan perlu memahami, keberadaan buaya merupakan risiko yang harus diperhitungkan dalam aktivitas sehari-hari.
“Kalau ada kemunculan buaya, segera menjauh dan laporkan kepada petugas. Jangan mengambil tindakan sendiri karena keselamatan masyarakat harus diutamakan,” pungkas Dedy. (saf)










