TANA TIDUNG, Headlinews.id – Empat gugus sekolah dasar di Kabupaten Tana Tidung disiapkan untuk memperluas penerapan Pembelajaran Mendalam setelah pengembangan awal dilakukan di dua gugus perintis. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tana Tidung mulai menyusun langkah penyebarluasan program melalui rapat koordinasi Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Kelompok Kerja Guru (KKG), Senin (19/10).
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Disdikbud Tana Tidung tersebut membahas strategi penerapan program di lebih banyak satuan pendidikan. Perluasan diarahkan agar praktik pembelajaran dari sekolah perintis dapat diterapkan secara bertahap dengan dukungan kepala sekolah dan komunitas guru.
Sekretaris Disdikbud Tana Tidung, Siti Khotijah, S.Sos., yang mewakili kepala dinas saat membuka kegiatan, menyampaikan bahwa pengembangan program harus diikuti dengan penyebarluasan praktik pembelajaran ke sekolah-sekolah lain. Empat gugus sasaran berikutnya adalah Gugus Mawar, Anggrek, Dahlia, dan Teratai.
“Pengembangan Pembelajaran Mendalam harus diikuti dengan penerapan yang lebih luas di sekolah-sekolah. Pengalaman dari dua gugus perintis menjadi bekal untuk memperkuat pelaksanaan di empat gugus berikutnya, dengan tetap mengedepankan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi peserta didik,” ujar Siti Khotijah.
Ia menambahkan, keberhasilan penerapan program juga bergantung pada kesinambungan pendampingan dan kerja sama antarguru. Sekolah diharapkan memiliki ruang untuk berbagi pengalaman, mengevaluasi metode pembelajaran, serta menyesuaikan pendekatan dengan kebutuhan peserta didik.
“Setiap sekolah perlu memiliki ruang untuk saling belajar, mengevaluasi praktik pembelajaran, dan memperbaiki pendekatan sesuai kebutuhan peserta didik di wilayah masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Tana Tidung, Jumadilriansyah, S.Sos., M.AP., menjelaskan bahwa pengembangan melalui gugus dan KKG menjadi pendekatan untuk mendekatkan peningkatan kompetensi guru dengan lingkungan kerja mereka. Pola tersebut dinilai sesuai dengan karakteristik wilayah Tana Tidung yang mencakup kawasan perkotaan, pedesaan, hingga pesisir.
“Setiap wilayah memiliki tantangan dan potensi yang berbeda. Karena itu, penguatan kapasitas guru harus memperhatikan kondisi sekolah dan karakter peserta didik agar penerapannya dapat berjalan efektif,” ujar Jumadilriansyah.
Peningkatan kompetensi guru dirancang melalui pelatihan berkala dengan pola In-On-In serta pendampingan Fasilitator Daerah (Fasda). Skema ini memungkinkan guru mempelajari materi, menerapkannya dalam pembelajaran, kemudian mengevaluasi hasilnya bersama komunitas belajar.
“Pengembangan berbasis gugus memberikan ruang bagi guru untuk belajar dan berbagi praktik secara lebih dekat dengan satuan pendidikan. Dukungan fasilitator daerah dan KKG menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan peningkatan kompetensi guru,” jelasnya.
Menurut Jumadilriansyah, proses tersebut juga diharapkan membangun kebiasaan guru untuk merefleksikan kegiatan belajar mengajar dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
“Guru tidak hanya menerima materi pelatihan, tetapi juga mempraktikkannya, mendiskusikan hasilnya, lalu memperbaiki strategi pembelajaran secara berkelanjutan,” tambahnya.
Rapat koordinasi itu turut membahas penyamaan persepsi teknis, penetapan kriteria guru inti atau fasilitator gugus, serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk pelaksanaan program hingga Juni 2027.
Kegiatan tersebut dihadiri Koordinator Pengawas, District Officer INOVASI Kalimantan Utara, pengurus K3S dan KKG, kepala sekolah se-Kabupaten Tana Tidung, serta lima fasilitator daerah yang mendukung pelaksanaan program.
Disdikbud Tana Tidung menargetkan koordinasi lintas pemangku kepentingan dapat memperkuat penyebarluasan Pembelajaran Mendalam secara bertahap. Keterlibatan sekolah, komunitas guru, dan fasilitator daerah diharapkan mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar di seluruh wilayah kabupaten. (*)










