TANA TIDUNG, Headlinews.id – Potensi kelapa dan hasil perikanan di Desa Tengku Dacing, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi. Mulai dari VCO, serunding, sambal blondo, nata de coco, sirup, hingga amplang ikan, usaha tersebut membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Pengembangan UMKM ini mendapat dukungan melalui Pelatihan Manajemen Bisnis Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) 2026 yang difasilitasi JOB Pertamina, Minggu (18/10/2026). Pemateri dari IPB University, Dr. Adi Hadianto, memberikan materi mengenai perencanaan usaha, pengembangan produk, dan strategi pemasaran.
Adi mengatakan, potensi kelapa dan ikan di wilayah pesisir tersebut dapat dikembangkan lebih luas dengan perencanaan bisnis yang terarah. Penguatan kemasan, diversifikasi produk, serta pemanfaatan pemasaran digital diperlukan agar produk lokal mampu menjangkau pasar di luar desa.
“Desa Tengku Dacing ini sebetulnya punya potensi sumber daya alam yang luar biasa. Salah satunya adalah kelapa dan juga ikan karena memang ini kan di wilayah pesisir. Untuk produk kelapa, mereka ternyata sudah mengembangkan, hanya belum secara bisnis merencanakan dengan baik,” ujarnya.
Ketua PKK Desa Tengku Dacing, Mita, mengatakan kelompoknya terus mengembangkan produk berbahan kelapa dan ikan. Salah satunya amplang yang mulai diproduksi sejak 2025 dengan memanfaatkan ikan dari nelayan setempat yang sulit dipasarkan.
“Kadang nelayan punya ikan yang tidak dijual karena tidak ada nilainya. Jadi kami dari PKK membeli ikan mereka. Yang tadinya tidak ternilai menjadi bernilai untuk kami,” kata Mita.
Saat ini, amplang dipasarkan melalui warung, pesanan perorangan, serta jaringan keluarga hingga Tarakan. Produk PKK lainnya juga dipasarkan dengan dukungan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tana Tidung. Kelompok tersebut turut mengembangkan keterampilan pembuatan kipas batik melalui pelatihan dari EVOsiar.
Mita mengakui, anggota PKK masih membutuhkan pendampingan untuk menyusun perencanaan usaha dan menentukan sasaran pemasaran. Pelatihan yang difasilitasi JOB Pertamina membantu mereka memahami pengelolaan bisnis secara lebih terarah.
“Dengan apa yang sudah disampaikan oleh pemateri tadi, insyaallah ibu-ibu mulai paham dengan perencanaan yang harus disusun. Jadi, dengan adanya perencanaan ini, kami bisa menyusun mulai dari mana segmen pemasaran kami nanti ke depannya,” tuturnya.
Ia berharap pembinaan tersebut dapat memperkuat usaha PKK sekaligus memperluas pemasaran produk lokal Desa Tengku Dacing.
“Harapan kami ke depannya, PKK terus berkembang dengan apa yang sudah diberikan JOB kepada PKK Desa Tengku Dacing. Semoga dengan adanya kegiatan ini, PKK semakin jaya dan semakin bisa menyusun manajemen bisnis yang ada di PKK,” katanya. (saf)










