PIDIE JAYA, Headlinews.id – Edukasi lingkungan tidak selalu dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Reguler Kelompok 11 memilih mengenalkan kepedulian terhadap alam kepada anak-anak Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, melalui pelatihan Eco Print yang memanfaatkan daun dan bunga sebagai pewarna alami, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Geuchik Gampong Cut Langien itu diikuti puluhan anak. Mereka diajak mengenal teknik mencetak motif pada kain menggunakan berbagai jenis dedaunan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar sekaligus memahami pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif yang ramah lingkungan.
Ketua Kelompok KKN USK Reguler 11, Ari Maulana, mengatakan metode Eco Print dipilih karena mampu menggabungkan unsur kreativitas dan edukasi lingkungan dalam satu kegiatan yang mudah dipahami anak-anak.
“Eco Print dipilih sebagai media belajar yang mudah dipahami anak-anak. Mereka bisa berkreasi sambil mengenal berbagai jenis tumbuhan di sekitar dan memahami bahwa bahan-bahan alami dapat dimanfaatkan menjadi karya yang bernilai,” kata Ari.
Menurut mahasiswa Fakultas Hukum tersebut, pendekatan belajar sambil praktik dinilai lebih efektif membangun rasa ingin tahu peserta dibandingkan penyampaian materi secara teoritis.
“Harapannya setelah kegiatan ini mereka tidak hanya mengenal teknik Eco Print, tetapi juga lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu memanfaatkan potensi alam di sekitar secara bijak,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias memilih daun dengan berbagai bentuk untuk disusun di atas kain sebelum melalui proses pencetakan. Beragam motif alami yang dihasilkan menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar anak yang baru pertama kali mengenal teknik tersebut.
Salah seorang peserta, Nabil, mengaku tidak menyangka daun dapat menghasilkan corak pada kain.
“Saya baru tahu kalau daun bisa dipakai membuat gambar di kain. Seru karena kami bisa membuat motif sendiri, nanti saya mau coba lagi di rumah,” ucapnya.
Program tersebut dijalankan oleh tujuh mahasiswa KKN USK Reguler Kelompok 11 Periode XXIX yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, yakni Ari Maulana (Ilmu Hukum), Aulia Angelie Putri (Pendidikan Dokter), Dina Syifa Rahma (Ilmu Keperawatan), Farras Aditya Mahasin (Pendidikan Geografi), Nadiaton (PPKn), Nobel Prodeo Insan (Kehutanan), dan Nayfa Fathia Namiko (Pendidikan Dokter).
Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd., menilai kegiatan tersebut memberi pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak desa.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Anak-anak mendapat pengetahuan baru sekaligus ruang untuk mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar,” katanya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN USK, Dr. Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., mengatakan program yang dijalankan mahasiswa tidak hanya menghasilkan kegiatan kreatif, tetapi juga memberikan nilai edukasi kepada masyarakat.
“Mahasiswa mampu menggabungkan kreativitas dengan pendidikan lingkungan. Program seperti ini sederhana, tetapi manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya anak-anak,” ujarnya.
Selain menjadi sarana pengembangan kreativitas, kegiatan tersebut juga mendukung pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai media pembelajaran. (*/saf)








