PIDIE JAYA, Headlinews.id – Literasi kesehatan bagi anak-anak menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Reguler Kelompok 11 Periode XXIX. Melalui edukasi di Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, puluhan anak dibekali pengetahuan tentang cara mencuci tangan yang benar serta pertolongan pertama pada luka ringan, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Geuchik Gampong Cut Langien itu dirancang dalam bentuk praktik langsung. Peserta tidak hanya menerima penjelasan mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan, tetapi juga mempraktikkan enam langkah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
Mahasiswa turut memperagakan cara membersihkan luka, menghentikan perdarahan ringan, hingga memasang perban sebagai penanganan awal sebelum memperoleh bantuan tenaga kesehatan.
Ketua Kelompok KKN USK Reguler 11, Ari Maulana, mengatakan materi tersebut dipilih karena merupakan pengetahuan dasar yang sering dibutuhkan anak-anak dalam aktivitas sehari-hari, terutama saat bermain di luar rumah.
“Kebiasaan mencuci tangan sering dianggap hal sederhana, padahal itu langkah awal untuk mencegah penyebaran berbagai penyakit. Begitu juga dengan pertolongan pertama, anak-anak perlu mengetahui tindakan dasar saat mengalami luka ringan sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujar Ari.
Menurutnya, metode belajar melalui praktik membuat peserta lebih mudah memahami materi dibandingkan hanya mendengarkan penjelasan.
“Anak-anak lebih cepat menangkap materi ketika mereka ikut mempraktikkannya. Jadi bukan hanya tahu teorinya, tetapi juga memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi seperti itu,” katanya.
Mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut berasal dari berbagai disiplin ilmu, yakni Ilmu Hukum, Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Pendidikan Geografi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Kehutanan.
Kolaborasi lintas bidang tersebut dimanfaatkan untuk menyusun materi edukasi yang mudah dipahami anak-anak.
Selama kegiatan berlangsung, suasana belajar terlihat interaktif. Anak-anak bergantian mempraktikkan enam langkah mencuci tangan, mencoba membersihkan luka tiruan, hingga memasang perban sesuai arahan mahasiswa.
Berbagai permainan edukatif juga disisipkan agar peserta tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Salah seorang peserta, Dafran, mengaku baru mengetahui bahwa mencuci tangan memiliki tahapan yang benar dan tidak sekadar membasahi tangan dengan air.
“Saya baru tahu kalau mencuci tangan ada langkah-langkahnya. Tadi juga diajarkan cara membersihkan luka dan memasang perban. Jadi kalau terluka saat bermain, saya sudah tahu apa yang harus dilakukan dulu,” ucapnya.
Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd., menilai edukasi kesehatan tersebut memberi manfaat langsung bagi anak-anak. Selain menanamkan kebiasaan hidup bersih, peserta juga memperoleh keterampilan dasar yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Materi seperti ini sangat dibutuhkan anak-anak. Mereka belajar menjaga kebersihan sekaligus mengetahui tindakan awal saat mengalami luka ringan. Pengetahuan ini tentu bisa diterapkan di rumah maupun di sekolah,” katanya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN USK, Dr. Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., menilai program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami.
“Edukasi kesehatan seperti ini memberikan manfaat langsung. Anak-anak memperoleh pengetahuan yang dapat dipraktikkan setiap hari, sementara mahasiswa dapat menerapkan ilmunya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain meningkatkan pemahaman mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, kegiatan tersebut turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui penguatan literasi kesehatan sejak usia dini. (*/saf)










