TARAKAN, Headlinews.id – Pengembangan kegiatan hulu minyak dan gas bumi (migas) di Kalimantan Utara berlanjut dengan persiapan produksi oleh Texcal Energy di wilayah Sembakung, Kabupaten Nunukan. Perusahaan tersebut menjadi salah satu kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang tengah menyiapkan kegiatan operasionalnya di Kaltara.
Kepala SKK Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi, Haryanto Syafri, mengatakan Texcal merupakan KKKS baru yang saat ini masih berada dalam tahap persiapan sebelum memulai produksi.
PT Texcal Energy Bengara Indonesia merupakan pengelola Wilayah Kerja (WK) Bengara I PSC, yang berada di daratan Provinsi Kalimantan Utara dengan luas sekitar 922,17 kilometer persegi. Wilayah kerja tersebut berada dalam tahap eksplorasi.
“Texcal adalah KKKS baru yang akan mulai berproduksi dan sekarang sedang tahap persiapan. Daerahnya di Sembakung, Nunukan,” ujarnya saat ditemui usai kunjungan kehormatan bersama jajaran KKKS kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (14/10/2026).
Menurut Haryanto, kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin SKK Migas untuk menjalin silaturahmi sekaligus berkoordinasi dengan pimpinan daerah mengenai kegiatan hulu migas yang berlangsung di wilayah Kaltara. Pihaknya juga memaparkan rencana pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Ia mengatakan, hubungan antara SKK Migas dan pemerintah daerah sejauh ini berjalan baik. Kegiatan operasional hulu migas juga berlangsung aman dan lancar, tanpa hambatan yang berarti dari pemerintah daerah maupun masyarakat.
“Sebetulnya hubungan kita baik dan mudah sekarang. Jadi tidak ada hal-hal khusus. Kita memang ke sini untuk membina silaturahmi yang sudah ada. Sejauh ini pekerjaan kita semuanya aman dan lancar, tidak ada hambatan baik dari sisi pemerintah daerah ataupun dari masyarakat,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, SKK Migas turut membawa perwakilan empat KKKS yang beroperasi di Kaltara. Keempatnya terdiri atas Pertamina Zona 10, JOB Pertamina Simenggaris, Texcal Energy, dan Medco Tarakan.
Haryanto menjelaskan, wilayah kerja hulu migas tidak tersebar secara merata di seluruh kabupaten dan kota di Kaltara. Kegiatan pencarian potensi baru tetap diperlukan untuk mengetahui kemungkinan pengembangan sumber daya migas di wilayah lain.
“Belum tentu semua kabupaten ada kegiatan hulu migasnya. Tugas kita mencari penemuan-penemuan baru, sehingga potensi ini bisa dioptimalkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pencarian sumber migas baru merupakan bagian dari tugas SKK Migas. Upaya tersebut akan terus berlangsung seiring kebutuhan untuk menemukan dan mengembangkan sumber energi yang berpotensi mendukung produksi migas.
“Butuh, dong. Tentu memang selalu butuh. Tugas kita adalah mencari hal baru. Memang kita dibuat dengan tujuan untuk itu, mencari sumber-sumber migas baru. Jadi ini tidak akan pernah berhenti,” ungkap Haryanto.
Terkait keterlibatan masyarakat daerah, ia menjelaskan kegiatan hulu migas telah memiliki mekanisme pengadaan yang diawali dari lingkup lokal.
Penggunaan tenaga kerja juga diarahkan dengan mempertimbangkan tenaga kerja daerah. Selain itu, ia menyebut terdapat KKKS yang memberikan beasiswa kepada masyarakat.
“Pemerintah ingin supaya kegiatan ini melibatkan pengusaha dan kontraktor daerah dan membawa buah baik kepada masyarakat. Sebenarnya itu sudah dilakukan dengan mekanisme pengadaan yang dimulai dari lokal. Lalu kalau untuk sumber daya manusia, tentu kita mulai dengan tenaga-tenaga lokal daerah. Tadi juga dipaparkan ada KKKS yang memberikan beasiswa kepada masyarakat,” tuturnya.
Haryanto membedakan kegiatan utama hulu migas dengan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Menurut dia, tugas utama sektor hulu migas adalah mencari sumber energi baru, sedangkan CSR merupakan manfaat sosial yang dapat dirasakan bersama.
“CSR itu adalah buah manis untuk kita bersama. Itu berbeda. Kalau pekerjaan ini tugasnya mencari sumber-sumber energi baru,” pungkasnya. (saf)










