NUNUKAN, Headlinews.id – Kabupaten Nunukan resmi mencatatkan diri sebagai daerah pertama di Kalimantan Utara yang merintis pembentukan Satuan Karya (Saka) Adhyasta Pemilu. Langkah berani wilayah perbatasan ini menjadi tumpuan baru dalam memperkuat jangkauan pengawasan partisipatif berbasis pemuda hingga ke tingkat tapak.
Inisiatif perintis dari Nunukan ini mendapat apresiasi penuh dari Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Utara, Hj. Rahmawati, S.H. Ia memandang terobosan Nunukan wajib dicontoh oleh kabupaten dan kota lain di Kaltara sebagai kawah candradimuka bagi generasi muda.
“Saka Adhyasta Pemilu ini menjadi ruang belajar bagi adik-adik Pramuka Penegak dan Pandega untuk memahami proses demokrasi, mengenali tahapan pemilihan, serta ikut menjaga kualitas pemilu yang jujur dan adil,” ujar Rahmawati pada pelantikan pengurus di Nunukan, Jumat (23/10/2026).
Meski mendukung penuh peran aktif pemuda dalam mengawal pemilu, Rahmawati mengingatkan bahwa independensi tetap menjadi pilar utama yang tidak boleh ditawar dalam setiap aksi pengawasan di lapangan.
“Garis batas kita sangat tegas, Pramuka hadir bukan untuk menjadi partisan atau mendukung kontestan pemilu tertentu. Fokus kita adalah menumbuhkan kesadaran demokrasi warga dan memastikan prosesnya berjalan secara terhormat serta bermartabat,” tegasnya.
Ia menandaskan, kesuksesan terobosan di Nunukan ini kelak tidak hanya diukur dari seremoni pelantikan pengurus, melainkan dari sejauh mana pembinaan tersebut mampu melahirkan karakter kader perbatasan yang kritis, jujur, dan berintegritas.
Senada dengan hal itu, Ketua Majelis Pembimbing Saka Adhyasta Pemilu, Moch. Yusran, menegaskan kesiapan Nunukan dalam mengeksekusi peta jalan besar untuk memperluas jangkauan organisasi tersebut ke seluruh wilayah perbatasan.
Yusran menjelaskan, para Pramuka yang bergabung nantinya bakal dibekali pemahaman mendalam mengenai tiga bidang utama, yakni krida pencegahan, penanganan pelanggaran, dan sengketa pemilu.
“Adik-adik Pramuka yang bergabung diproyeksikan menjadi perpanjangan tangan Bawaslu. Mereka akan mengedukasi publik sekaligus menjalankan fungsi pengawasan partisipatif langsung di tengah masyarakat,” ungkap Yusran.
Sebagai langkah konkret, pihaknya menetapkan target ekspansi besar-besaran agar manfaat pendidikan politik ini terasa hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Target kami pada 2027 mendatang, Saka Adhyasta Pemilu sudah terbentuk secara merata di 21 kecamatan se-Kabupaten Nunukan. Kami berharap sinergi anggaran dan kolaborasi bersama Bawaslu terus diperkuat agar pembinaan kader muda perbatasan ini berjalan berkelanjutan,” pungkasnya. (saf/*)










