PIDIE JAYA, Headlinews.id – Tujuh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler 11 Periode XXIX meninggalkan Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, setelah menyelesaikan pengabdian selama satu bulan.
Selama berada di gampong tersebut, mereka menjalankan sejumlah program mulai dari edukasi kesehatan dan kebencanaan hingga kegiatan anak-anak dan penyusunan profil desa.
Program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan lapangan. Kelompok mahasiswa tersebut juga mendokumentasikan berbagai aktivitas selama KKN dalam bentuk publikasi media, dengan sekitar 170 berita dan konten yang dihasilkan selama masa pengabdian.
Ketua Kelompok KKN Reguler 11, Ari Maulana, mengatakan pengalaman selama berada di tengah masyarakat memberikan pemahaman baru bagi mahasiswa mengenai kondisi sosial dan kehidupan masyarakat di tingkat gampong.
“Selama satu bulan di sini, banyak hal yang kami pelajari secara langsung. Kami datang dengan membawa program kerja, tetapi dalam pelaksanaannya justru masyarakat juga banyak memberikan pelajaran kepada kami,” kata Ari saat pelepasan mahasiswa KKN di rumah Keuchik Gampong Cut Langien, Rabu (5/8/2026).
Tujuh mahasiswa tersebut berasal dari sejumlah bidang keilmuan, yakni Ilmu Hukum, Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Pendidikan Geografi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Kehutanan. Latar belakang keilmuan yang berbeda digunakan untuk menyusun kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat selama masa pengabdian.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan di antaranya sosialisasi anti-bullying, pemeriksaan tekanan darah gratis, pengenalan empat satwa Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Tas Siaga Bencana, Pancasiaga (Pancasila Siaga Bencana), edukasi kesehatan, kegiatan bersama anak-anak, Festival Anak Sholeh, hingga penyusunan Profil Gampong Cut Langien.
Ari menyebut kegiatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa karena pelaksanaannya membuat mereka berhadapan langsung dengan persoalan dan kebiasaan masyarakat. Interaksi sehari-hari juga membuat mahasiswa lebih memahami nilai agama, budaya, adat istiadat, serta tradisi gotong royong yang masih dijalankan masyarakat.
“Kami belajar bahwa setiap program harus menyesuaikan dengan kondisi masyarakat. Dari kegiatan-kegiatan itu kami juga belajar cara berkomunikasi, menghargai kebiasaan setempat, dan bekerja bersama masyarakat,” ujarnya.
Selain program yang bersifat edukatif dan sosial, mahasiswa turut menyusun Profil Gampong Cut Langien sebagai bagian dari kegiatan KKN. Dokumentasi kegiatan juga dilakukan secara rutin dan dipublikasikan melalui media sebagai catatan atas aktivitas kelompok selama berada di lokasi pengabdian.
Menurut Ari, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam pelaksanaan seluruh program. Dukungan aparatur gampong dan warga membuat mahasiswa lebih mudah menjalankan kegiatan yang telah dirancang.
“Banyak kegiatan yang bisa berjalan karena masyarakat memberikan ruang dan ikut terlibat. Dukungan dari aparatur gampong juga membuat kami lebih leluasa menjalankan program sesuai kebutuhan yang ada,” katanya.
Keuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd., mengatakan keberadaan mahasiswa KKN memberikan tambahan kegiatan bagi masyarakat, terutama melalui program yang menyasar anak-anak, kesehatan, kebencanaan, dan edukasi.
“Selama berada di Cut Langien, anak-anak dan masyarakat mendapat beberapa kegiatan baru yang sebelumnya belum tentu mereka ikuti. Program yang dibawa mahasiswa cukup beragam dan sebagian besar bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar Muhammad Syahril.
Ia menilai mahasiswa juga mampu beradaptasi dengan kehidupan masyarakat selama menjalankan pengabdian. Hubungan yang terbangun selama sebulan membuat proses pelepasan mahasiswa berlangsung dalam suasana haru.
“Kami tentu berterima kasih karena mereka sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama satu bulan. Banyak kegiatan yang mereka kerjakan dan ada juga pengetahuan yang mereka tinggalkan untuk masyarakat,” katanya.
Setelah seluruh rangkaian KKN berakhir, mahasiswa kembali ke lingkungan kampus dengan membawa pengalaman dari kehidupan masyarakat Gampong Cut Langien. Ari mengatakan hubungan yang terbentuk selama pengabdian menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman kelompoknya.
“Kami datang ke Cut Langien sebagai mahasiswa yang menjalankan KKN. Setelah satu bulan, banyak hubungan yang terbentuk dan pengalaman yang kami dapatkan. Apa yang kami kerjakan mungkin sederhana, tetapi semoga tetap berguna bagi masyarakat,” pungkas Ari.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., mengatakan pelaksanaan KKN Kelompok 11 menunjukkan mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus ke lingkungan masyarakat.
“Yang penting dari KKN adalah bagaimana mahasiswa mampu membaca kebutuhan masyarakat kemudian menerjemahkannya dalam kegiatan yang bisa dikerjakan. Dari pelaksanaan Kelompok 11, saya melihat proses itu berjalan dengan baik,” ujar Muhammad Sayuthi. (*/saf)









