JAKARTA, Headlinews.id — Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) siap menggelar Sidang Bersama antara Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan DPD RI bersama Pemerintah/Presiden Republik Indonesia tahun 2026.
Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI, Hasan Basri, yang juga bertindak sebagai Ketua Steering Committee (SC) rapat koordinasi, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian persiapan teknis maupun substansi telah dimatangkan.
“Hari ini saya memimpin rapat sebagai Ketua SC Sidang Bersama antara MPR, DPR, dan DPD bersama Pemerintah, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia. Kami melakukan finalisasi terkait dengan seluruh persiapan Sidang Tahunan tersebut,” ujar Hasan Basri usai memimpin rapat koordinasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (11/8).
Hasan Basri menjelaskan, terdapat perubahan jadwal pelaksanaan Sidang Bersama tahun ini. Jika biasanya Sidang Tahunan diselenggarakan pada tanggal 16 Agustus, untuk tahun 2026 dialihkan ke tanggal 14 Agustus.
“Biasanya dilaksanakan setiap tanggal 16 Agustus. Namun, dikarenakan tanggal 16 Agustus tahun ini jatuh pada hari Minggu, berdasarkan hasil rapat koordinasi kami dengan seluruh lembaga terkait, jadwal dimajukan menjadi tanggal 14 Agustus 2026 pukul 08.30 WIB,” jelasnya.
Pada penyelenggaraan Sidang Bersama tahun 2026 ini, DPD RI mendapat kehormatan bertindak sebagai tuan rumah (host). Hasan Basri menegaskan bahwa kesiapan panitia telah mencapai tahap akhir.
“Seluruh kegiatan di mana kebetulan DPD RI tahun ini menjadi host atau tuan rumah, kesiapannya sudah di atas 90 persen rampung, mulai dari proses awal hingga akhir,” kata Hasan.
Dalam Sidang Bersama tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan, di samping penyampaian pandangan dari Ketua DPD RI terkait fungsi pengawasan dan kelembagaan legislatif di Indonesia.
“Masyarakat dapat mendengarkan kurang lebih satu jam pidato Presiden pada kegiatan tersebut. Di sini juga Ketua DPD RI akan menyampaikan pandangan terkait pengawasan sebagai lembaga legislasi di Indonesia,” tambah Hasan Basri.
Mengakhiri keterangannya, Hasan Basri berharap masyarakat Indonesia dapat turut menyaksikan dan mengikuti jalannya agenda tahunan ini.
“Kami harapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat menonton dan mengikuti kegiatan ini. Semoga seluruh kegiatan ini dapat menjadi sesuatu yang berguna untuk kemajuan bangsa dan negara, karena sidang tahunan ini hanya dilaksanakan satu kali setiap tahun,” pungkasnya.(rn)







