TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Upaya pengiriman narkotika jenis sabu dari wilayah perbatasan Kalimantan Utara menuju Sulawesi Tengah berhasil dihentikan aparat kepolisian, saat seorang kurir diamankan di Pelabuhan Sungai Nyamuk, Sebatik, Kabupaten Nunukan, Senin (23/4/2026).
Penindakan dilakukan saat pelaku berinisial R (25) bersiap meninggalkan wilayah perbatasan menggunakan jalur laut. Dari tangan pelaku, petugas menemukan sabu dengan berat sekitar 3 kilogram yang disembunyikan dalam barang bawaan.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltara, Kombes Pol Hamid Andri Soemantri menjelaskan penangkapan tersebut merupakan hasil pemantauan terhadap pergerakan pelaku yang telah dilakukan sebelumnya.
“Pergerakan yang bersangkutan sudah terdeteksi beberapa hari sebelumnya. Tim di lapangan kemudian melakukan pemantauan untuk memastikan pola perjalanan dan waktu keberangkatan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Barang bukti ditemukan tersimpan dalam koper milik pelaku, dikemas dalam beberapa bungkus plastik berukuran besar dengan tulisan very good yang diduga siap diedarkan di wilayah tujuan.
“Modus yang digunakan cukup rapi, barang dimasukkan ke dalam koper agar tidak mudah terdeteksi. Namun dari hasil pemeriksaan, isi koper tersebut ternyata narkotika,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan awal, sabu tersebut diduga akan dikirim ke wilayah Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, dengan memanfaatkan transportasi laut sebagai jalur distribusi.
“Rencana pergerakannya menuju Sulawesi Tengah. Jalur laut masih sering digunakan karena dianggap lebih aman oleh pelaku,” jelasnya.
Selain barang bukti narkotika, petugas juga mengamankan satu unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan komunikasi jaringan.
“Perangkat komunikasi yang diamankan menjadi bagian penting untuk menelusuri pihak lain yang terlibat,” ungkapnya.
Pasca penangkapan, penyidik langsung melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik pengiriman tersebut.
“Pengembangan dilakukan hingga ke wilayah tujuan, namun sejauh ini belum ditemukan pelaku lain. Proses ini masih terus berjalan,” katanya.
Menurutnya, wilayah perbatasan seperti Sebatik masih menjadi titik rawan perlintasan narkotika karena aksesnya yang terbuka dan jalur transportasi yang beragam.
“Kondisi geografis di wilayah perbatasan memang menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan. Ini yang terus menjadi perhatian dalam upaya pencegahan,” ujarnya.
Polda Kaltara memastikan pengawasan terhadap jalur laut akan terus diperketat guna menekan peredaran narkotika lintas daerah.
“Setiap upaya penyelundupan akan ditindak. Pengawasan akan terus ditingkatkan, terutama di jalur-jalur yang rawan dimanfaatkan,” tegasnya. (rn)







