Rabu, September 23, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home KALTARA

Keluhan Biaya Sertifikasi Bayangi Ambisi Ekspor Langsung Kaltara

by Redaksi 1
14 Juni 2026
in KALTARA, Tarakan
A A
Keluhan Biaya Sertifikasi Bayangi Ambisi Ekspor Langsung Kaltara

Pelepasan ekspor tiga kontainer rumput laut PT Kebula Raya Bestari tujuan Korea Selatan di Kalimantan Utara, 25 Mei 2025.

TARAKAN, Headlinews.id – Kalimantan Utara didorong menjadi pintu ekspor baru Indonesia, namun pelaku usaha di lapangan masih menghadapi tantangan yang berbeda. UMKM mengaku kesulitan memenuhi standar sertifikasi, sementara eksportir menilai masih terdapat beban biaya serta struktur tata niaga yang belum sepenuhnya mendukung ekspor langsung.

Pemilik Poklahsar Nelayan Berkah Setara di Juata Laut, Tarakan Utara, Siti Halijah, mengaku hingga kini belum mengurus sertifikasi mutu dari Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Tarakan. Ia menyebut keterbatasan biaya serta tuntutan standar fasilitas produksi menjadi kendala utama.

“Sebenarnya perlu, cuman terkendala biaya sama tempat. Karena untuk mendapatkan sertifikat itu harus memenuhi standar tertentu,” ujarnya, dihubungi Minggu (14/6/2026).

Meski belum memiliki sertifikasi tersebut, usaha ikan kering tipis miliknya tetap berjalan dan dipasarkan ke wilayah Tarakan, sejumlah daerah di Kalimantan, hingga Tawau, Malaysia. Menurutnya, sebagian pelaku UMKM masih bertahan dengan izin dasar seperti PIRT dan sertifikat halal karena keterbatasan untuk memenuhi standar lanjutan.

Halijah menilai, pemenuhan sertifikasi mutu mensyaratkan fasilitas produksi yang menyerupai industri, sementara usahanya masih berbasis UMKM yang memberdayakan masyarakat sekitar sejak 2013.

“Sertifikat mutu itu tidak wajib, tapi sebenarnya perlu. Kami ditawari untuk diurus, biayanya bisa belasan juta. Perkiraan kami bisa sampai Rp25 juta. Karena tidak wajib, kebanyakan tidak terlalu memikirkan itu. Yang penting bisa kirim barang dan mendapat keuntungan. Apalagi dari ekspedisi hanya minta surat karantina dan sampai sekarang tidak ada masalah,” ungkapnya.

Di sisi lain, Konsultan PT Kebula Raya Bestari, Asep Ridwan, yang pernah melakukan ekspor tiga kontainer rumput laut ke Korea Selatan dari Nunukan pada Mei tahun lalu, turut mengungkapkan struktur perdagangan komoditas di wilayah perbatasan yang dinilai masih panjang.

Ia menjelaskan, rantai distribusi masih melibatkan petani, pengumpul, hingga pengepul sebelum masuk ke perusahaan. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat harga di tingkat petani tidak optimal serta mengurangi ruang interaksi langsung antara eksportir dan pelaku usaha di hulu.

“Kami tidak punya akses langsung ke petani. Di lapangan sudah ada pengumpul dan pengepul. Jadi kami membeli dari tingkat kedua atau ketiga,” ujarnya, dihubungi Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, struktur tersebut membuat harga di tingkat petani tidak optimal sekaligus membatasi terbentuknya jalur ekspor langsung dari daerah produksi. Ia juga menilai dukungan pemerintah daerah belum optimal.

Asep menyebut, kondisi itu membuat sebagian besar komoditas dari Nunukan tetap mengalir ke Makassar dan Surabaya sebelum masuk ke pasar ekspor internasional, sehingga daerah asal tidak tercatat langsung dalam data perdagangan luar negeri.

“Padahal Kebula memiliki akses pasar ke China dan Korea Selatan. Jika Nunukan bisa bersatu, kita sebenarnya mampu melakukan ekspor langsung. Tapi akhirnya kami tidak lagi melanjutkan usaha ekspor rumput laut di Nunukan,” tandasnya.

Ekspor PT Kebula Raya Bestari pada Mei 2025 dilakukan sebanyak tiga kontainer rumput laut jenis Eucheuma cottonii dengan nilai sekitar USD 62.400. Ekspor tersebut difasilitasi oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara dan dilepas dalam kegiatan resmi pemerintah daerah.

Direktur Tindakan Karantina Ikan Badan Karantina Indonesia (Barantin) sebelumnya menyatakan proses ekspor telah melalui tahapan pemeriksaan karantina, pengujian, serta penerbitan Phytosanitary Certificate sebagai dokumen utama ekspor. Meski demikian, Asep menilai aktivitas ekspor tersebut belum berkembang menjadi sistem berkelanjutan.

Ia juga menyoroti adanya biaya tambahan dalam proses sertifikasi seperti Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), serta registrasi sistem ekspor ke China berupa General Administration of Customs of China (GACC). Ia menyebut total biaya dapat mencapai lebih dari Rp50 juta di luar biaya operasional lainnya.

Sementara untuk ekspor, menurutnya dokumen utama yang dibutuhkan adalah Dokumen Karantina (sertifikat kesehatan/karantina ekspor), Certificate of Origin (COO) dari Dinas Perdagangan, Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dari Bea Cukai. Namun, ia menilai terdapat persyaratan tambahan yang tidak selalu menjadi kebutuhan utama dalam perdagangan internasional, tetapi tetap harus dipenuhi pelaku usaha.

“Kami tidak membayar apa pun kepada Karantina (BKHIT), Bea Cukai, Perdagangan maupun Pelindo. Tapi, untuk dokumen dari Balai Mutu (BPPMHKP), ada biaya yang kami keluarkan. Menurut saya itu melalui oknum. Nilainya puluhan juta rupiah. Padahal seharusnya gratis, apalagi sebagian proses itu hanya administrasi sistem,” ujarnya.

Pilihannya saat itu hanya dua, membayar agar dokumen keluar atau tidak membayar sehingga dokumen tidak keluar. Sementara barang sudah siap kirim dan ekspor harus berjalan, akhirnya ia memilih membayar. Asep mengaku sudah mengadukan hal tersebut ke pihak yang lebih tinggi di Kementerian Kelautan dan Perikanan, namun tidak mendapatkan solusi.

“Yang lebih aneh, ketika saya mengadu ke pusat, saya diarahkan kembali ke daerah, pihak yang sama,” ungkap Asep lagi.

Sementara itu, Karantina Kaltara dan instansi terkait sebelumnya menyatakan telah memberikan dukungan penuh terhadap proses ekspor, termasuk penerbitan dokumen karantina dan fasilitasi pengiriman komoditas ke negara tujuan.

“Sejak tahun 2013 saya mengurus registrasi seperti itu secara gratis untuk banyak perusahaan eksportir. Sekarang justru perusahaan saya sendiri diminta sekitar Rp40 juta. Padahal prosesnya hanya dilakukan secara online melalui sistem. Kalau dihitung, total yang harus saya keluarkan bisa mencapai sekitar Rp55 juta, belum termasuk biaya lain,” pungkasnya.

Asep menilai kondisi tersebut berpotensi memengaruhi minat pelaku usaha untuk melakukan ekspor langsung dari Kalimantan Utara, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

“Kalau biaya dan prosesnya seperti ini, tentu banyak pelaku usaha berpikir ulang untuk ekspor,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, media masih berupaya meminta konfirmasi kepada BPPMHKP Tarakan serta instansi terkait lainnya mengenai mekanisme, standar, dan struktur biaya dalam proses sertifikasi yang dikeluhkan pelaku usaha tersebut. (saf)

Tags: BPPMHKP Tarakaneksporekspor IndonesiaGACCKaltaraKebula Raya BestariNunukanperdagangan perbatasanRumput Lautsertifikasi mutuSKP HACCPTarakantata niagaUMKM
Advertisement Banner

Baca Juga

Buruh Tengkayu I Diawasi Setiap Hari, Sanksi Langsung Belum Diatur
Tarakan

Buruh Tengkayu I Diawasi Setiap Hari, Sanksi Langsung Belum Diatur

23 September 2026
Labkesda Tarakan Terakreditasi Paripurna, Mutu Layanan Tetap Dievaluasi Berkala
Tarakan

Labkesda Tarakan Terakreditasi Paripurna, Mutu Layanan Tetap Dievaluasi Berkala

22 September 2026
Trafik Penumpang Tetap Normal, PELNI Tarakan Rutin Cek Armada
Tarakan

Trafik Penumpang Tetap Normal, PELNI Tarakan Rutin Cek Armada

22 September 2026
Oknum Kontraktor Diciduk, Jejak 60 Cartridge Seret Wanita di THM
KRIMINAL

Oknum Kontraktor Diciduk, Jejak 60 Cartridge Seret Wanita di THM

22 September 2026
Personel Polda Kaltara dan Jajaran Dibekali Trauma Healing, Perkuat Kemampuan Hadapi Kondisi Psikologis
KALTARA

Personel Polda Kaltara dan Jajaran Dibekali Trauma Healing, Perkuat Kemampuan Hadapi Kondisi Psikologis

22 September 2026
Api Diduga Berawal dari Tungku, Polisi Olah TKP Kebakaran Kampung Nelayan Karang Rejo
Tarakan

Api Diduga Berawal dari Tungku, Polisi Olah TKP Kebakaran Kampung Nelayan Karang Rejo

22 September 2026
Next Post
Penataan Rumah Dinas Sumber Rejo Berjalan Bertahap, 11 Warga Direlokasi

Penataan Rumah Dinas Sumber Rejo Berjalan Bertahap, 11 Warga Direlokasi

Perjalanan Haji Berakhir, Jamaah Kaltara Bersiap Pulang ke Tanah Air

Perjalanan Haji Berakhir, Jamaah Kaltara Bersiap Pulang ke Tanah Air

Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM Terjaga dengan Pengelolaan Impurities di Kilang

Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM Terjaga dengan Pengelolaan Impurities di Kilang

Berita Populer

  • Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bandara Juwata Antisipasi Gangguan, Fasilitas Penerbangan Terus Dievaluasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbaikan Jalan Eks Sumalindo Terkendala Kemarau, Kaltara Kejar Ruas hingga Kilometer 147

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ustaz H Das’ad Latif Hadiri Tabligh Akbar, Camat Sambutan Apresiasi Dukungan JBSM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oknum Kontraktor Diciduk, Jejak 60 Cartridge Seret Wanita di THM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • DPRD bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.