BULUNGAN, Headlinews.id – Sebanyak 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Utara mendapat penguatan literasi keuangan dan akses pembiayaan dalam rangkaian Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari agenda Forum KKB 2026 yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap pengelolaan keuangan sekaligus memperluas pengetahuan mengenai akses pembiayaan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, mengatakan literasi keuangan diperlukan agar pelaku UMKM mampu memahami pengelolaan usaha dan mengambil keputusan keuangan secara lebih tepat.
“Literasi keuangan ini penting karena pelaku UMKM perlu memahami bagaimana mengelola keuangan usahanya. Dengan pengelolaan yang baik, mereka bisa mengetahui kondisi usahanya dan menentukan kebutuhan pembiayaan sesuai dengan kemampuan bisnisnya,” kata Agus.
Menurutnya, akses pembiayaan perlu dibarengi kesiapan pelaku usaha. UMKM perlu memiliki pengelolaan usaha yang tertata sehingga pembiayaan yang diperoleh dapat digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis.
“Ketika UMKM ingin mengakses pembiayaan, tentu ada kesiapan yang harus dipenuhi. Bukan hanya dari sisi produknya, tetapi juga bagaimana usaha itu dikelola, administrasinya dan kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya,” ujarnya.
Pembiayaan menjadi salah satu dari tiga aspek yang didorong Bank Indonesia dalam pengembangan UMKM. Dua aspek lainnya mencakup korporatisasi dan peningkatan kapasitas.
Korporatisasi berkaitan dengan penguatan kelembagaan usaha agar UMKM memiliki tata kelola yang lebih baik. Sementara peningkatan kapasitas diarahkan untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis.
“Pengembangan UMKM itu tidak bisa berdiri sendiri. Ada korporatisasi, peningkatan kapasitas dan pembiayaan. Kalau kelembagaannya sudah tertata, kapasitas usahanya meningkat dan akses pembiayaan terbuka, UMKM akan lebih mudah berkembang,” jelas Agus.
Pelatihan bagi 100 UMKM tersebut menjadi salah satu agenda Forum dalam KKB 2026. Selain literasi keuangan dan akses pembiayaan, agenda Forum juga mencakup Fashion Design Class serta pelatihan diversifikasi pangan dan demo masak.
KKB 2026 berlangsung 27–30 Agustus di Kebun Raya Bundayati, Kabupaten Bulungan. Tahun ini merupakan penyelenggaraan ketujuh KKB sejak pertama kali digelar pada 2020.
Penguatan literasi keuangan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu mengelola usaha secara lebih terukur. Pemahaman terhadap kondisi keuangan juga diperlukan ketika pelaku usaha membutuhkan dukungan pembiayaan untuk pengembangan bisnis.
Agus mengatakan pembiayaan yang diperoleh UMKM perlu diarahkan pada kebutuhan produktif sehingga dapat memberikan dampak terhadap perkembangan usaha.
“Harapannya, ketika akses pembiayaan sudah terbuka, pembiayaan tersebut benar-benar digunakan untuk pengembangan usaha. Kapasitas produksinya bisa meningkat, usahanya berkembang, dan UMKM bisa tumbuh secara berkelanjutan,” pungkas Agus. (rs)









