TARAKAN, Headlinews.id – Penggunaan sistem pembayaran digital hingga perluasan akses pasar terus didorong Bank Indonesia untuk memperkuat daya saing UMKM di Kaltara.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik mengatakan penguatan UMKM dilakukan melalui berbagai program pengembangan kapasitas, digitalisasi, hingga perluasan akses pembiayaan dan ekspor.
“UMKM punya peran yang sangat penting terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di Kaltara. Karena itu penguatan kapasitas usaha, digitalisasi, sampai akses pasar dan pembiayaan terus kami dorong,” ujarnya.
Bank Indonesia menjalankan sejumlah program pemberdayaan UMKM di Kaltara, di antaranya pengembangan tekstil dan kerajinan, onboarding UMKM digital, penguatan halal value chain, business matching ekspor, hingga business matching pembiayaan.
Selain itu, pengembangan pertanian digital dan berkelanjutan juga menjadi salah satu fokus pemberdayaan guna meningkatkan produktivitas pelaku usaha sektor pangan.
Menurut Hasiando, digitalisasi menjadi langkah penting agar UMKM di Kaltara mampu memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.
“Sekarang pola transaksi masyarakat terus berubah ke arah digital. Jadi UMKM juga harus bisa beradaptasi supaya produknya lebih mudah dipasarkan dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Bank Indonesia juga terus mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kalangan UMKM untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital di daerah.
“Penggunaan QRIS ini bukan hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membantu UMKM masuk ke ekosistem ekonomi digital yang sekarang terus berkembang,” ucapnya.
Business matching pembiayaan juga dilakukan untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan lembaga perbankan maupun lembaga pembiayaan agar akses permodalan semakin terbuka.
“Kami juga terus mendorong agar UMKM di Kaltara memiliki akses pembiayaan yang lebih luas. Dengan begitu, pelaku usaha bisa meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan usahanya,” jelasnya.
Selain pembiayaan, Bank Indonesia juga mendorong pelaku UMKM agar mampu menembus pasar ekspor melalui pendampingan dan penguatan kualitas produk.
“Kami berharap UMKM di Kaltara bisa semakin berkembang, lebih adaptif terhadap perubahan, dan memiliki daya saing yang lebih kuat, baik di pasar lokal maupun pasar yang lebih luas,” tuntasnya. (rs)










