TARAKAN, Headlinews.id – Aktivitas investasi dan pembangunan di Kalimantan Utara dinilai masih tumbuh tinggi. Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai 75,88 persen pada triwulan I 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik mengatakan pertumbuhan kredit di Kaltara masih menunjukkan kinerja yang kuat, terutama ditopang kredit investasi.
“Pertumbuhan kredit di Kalimantan Utara sampai triwulan I 2026 masih sangat baik. Yang paling besar memang berasal dari kredit investasi karena aktivitas pembangunan dan investasi di daerah masih terus berjalan,” ujarnya.
Berdasarkan data Bank Indonesia, kredit investasi di Kaltara tumbuh signifikan hingga 168,02 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Selain itu, kredit modal kerja juga tumbuh sebesar 35,39 persen dan kredit konsumsi sebesar 7,04 persen.
Menurut Hasiando, tingginya pertumbuhan kredit investasi mencerminkan masih kuatnya kebutuhan pembiayaan untuk mendukung pengembangan kawasan industri dan proyek strategis di Kalimantan Utara.
“Ini menunjukkan kebutuhan pembiayaan sektor produktif masih cukup tinggi, terutama untuk mendukung investasi dan pengembangan usaha di Kaltara,” katanya.
Kualitas kredit perbankan di Kalimantan Utara juga dinilai masih terjaga baik. Hal tersebut tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) bruto yang tercatat sebesar 0,72 persen atau masih berada di bawah ambang batas.
“Kualitas kredit perbankan sejauh ini masih cukup sehat. Jadi walaupun kredit tumbuh tinggi, risikonya masih tetap bisa dijaga,” ucapnya.
Selain kredit, aset perbankan di Kalimantan Utara juga tercatat tumbuh sebesar 16,66 persen secara tahunan pada triwulan I 2026.
Namun demikian, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) masih mengalami kontraksi sebesar 2,13 persen secara tahunan. Penurunan tersebut dipengaruhi kontraksi pada simpanan giro, meski simpanan tabungan masih menopang pertumbuhan dana masyarakat di perbankan.
Menurut Hasiando, kondisi intermediasi perbankan di Kaltara secara umum masih berada dalam kondisi stabil dan cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sektor perbankan diharapkan tetap mampu menjaga fungsi intermediasi dengan baik, sehingga pembiayaan untuk sektor produktif tetap tumbuh dan pertumbuhan ekonomi daerah bisa terus terjaga,” pungkasnya. (rs)










