TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Ketersediaan lapangan pekerjaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar masyarakat lokal mampu bersaing dan mengisi kebutuhan tenaga kerja yang terus meningkat seiring berkembangnya investasi di Kalimantan Utara.
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan Bulungan Job Fair 2026 menjadi sarana yang mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha sekaligus memberikan informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja yang saat ini dicari perusahaan.
“Dari Job Fair ini masyarakat bisa melihat langsung kebutuhan tenaga kerja yang dibuka perusahaan, termasuk kualifikasi yang mereka cari,” ujarnya saat membuka Bulungan Job Fair 2026, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 9-10 Juni 2026 tersebut diikuti 23 perusahaan dengan total 672 lowongan pekerjaan dari berbagai sektor usaha. Menurut Syarwani, jumlah tersebut menunjukkan peluang kerja di daerah masih cukup terbuka seiring tumbuhnya investasi dan aktivitas dunia usaha.
Pelaksanaan Job Fair tahun ini, lanjut dia, merupakan hasil evaluasi dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan sebelumnya. Selain mempertemukan perusahaan dan pencari kerja, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.
Ia mengakui tantangan ketenagakerjaan saat ini tidak hanya berkaitan dengan tersedianya lapangan pekerjaan, tetapi juga kesesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.
“Yang sering menjadi tantangan itu ada lowongan pekerjaan, tetapi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan belum tentu dimiliki pencari kerja. Karena itu kebutuhan tenaga kerja dari dunia usaha perlu terus disampaikan kepada masyarakat,” katanya.
Syarwani menuturkan peningkatan kualitas SDM menjadi faktor penting agar peluang kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat lokal.
Seiring berkembangnya investasi di Kabupaten Bulungan maupun Kalimantan Utara, kebutuhan terhadap tenaga kerja yang kompeten juga terus meningkat.
Pemerintah daerah terus mendorong berbagai program peningkatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja agar mampu menjawab kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.
“Investasi yang masuk ke daerah tentu diikuti kebutuhan tenaga kerja. Peluangnya ada, tinggal bagaimana masyarakat mempersiapkan kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan generasi muda Bulungan untuk membekali diri dengan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja. Menurutnya, kesempatan kerja yang tersedia akan lebih mudah dimanfaatkan apabila tenaga kerja memiliki daya saing yang baik.
“Kesempatan untuk tenaga kerja lokal cukup terbuka. Yang menjadi perhatian sekarang adalah kesiapan SDM agar bisa bersaing dan memenuhi kebutuhan industri,” tegasnya.
Selain menghadirkan perusahaan yang membuka lowongan kerja, Bulungan Job Fair 2026 juga diisi talkshow mengenai persiapan memasuki dunia kerja dan peluang karier di daerah.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) yang memberikan gambaran mengenai kebutuhan tenaga kerja di sektor industri.
Pemerintah daerah juga menggandeng BP3MI Kalimantan Utara untuk memberikan edukasi mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara legal dan aman. Menurut Syarwani, pemahaman tersebut penting agar masyarakat terhindar dari praktik penyaluran tenaga kerja ilegal maupun tindak pidana perdagangan orang.
“Masyarakat perlu memahami prosedur bekerja ke luar negeri yang benar. Jangan sampai karena kurang informasi justru terjebak pada penyaluran tenaga kerja ilegal atau praktik yang merugikan pekerja,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap hubungan antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah semakin kuat dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Dunia kerja saat ini tidak hanya melihat ijazah. Disiplin, etos kerja, kemampuan berkomunikasi, dan kemauan untuk terus belajar juga menjadi faktor yang sangat diperhatikan perusahaan,” pungkas Syarwani. (rn)










