TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Pemeriksaan terhadap nahkoda dan awak SB Sekatak AAA Kaltara masih berlangsung menyusul insiden kebakaran speedboat rute Tanjung Selor–Tarakan di perairan sebelum Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kamis (6/8/2026).
Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap kronologi sekaligus memastikan penyebab kebakaran yang hingga kini masih didalami.
Kepala Pos Pelabuhan Kayan II Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung Selor, Mulyono, mengatakan pihaknya masih meminta keterangan dari nahkoda dan awak kapal terkait kondisi sebelum hingga saat kebakaran terjadi.
“Pagi tadi kami menerima laporan ada kejadian speedboat yang terbakar. Namun sampai hari ini masih dalam tahap pemeriksaan untuk para awak kapal dan nahkoda, bagaimana kronologis kejadiannya. Untuk penyebabnya sementara belum bisa kami pastikan karena masih dilakukan pemeriksaan,” ujar Mulyono.
SB Sekatak AAA Kaltara diketahui berangkat dari Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor menuju Tarakan sekitar pukul 10.20 Wita. Kebakaran terjadi saat speedboat dalam perjalanan sebelum memasuki wilayah Salimbatu.
Menurut Mulyono, lokasi kejadian berada sekitar 15 hingga 20 menit perjalanan dari Pelabuhan Kayan II. Saat mengetahui kondisi darurat, nahkoda mengambil keputusan untuk membawa kapal mendekati tepian sungai sehingga penumpang dapat segera dievakuasi.
“Yang kami dapatkan sementara, nahkoda mengambil inisiatif untuk mengkandaskan speedboat saat mengetahui adanya kejadian tersebut. Langkah itu membuat penumpang bisa segera turun dan seluruhnya berhasil diselamatkan,” katanya.
Berdasarkan pendataan awal UPP Kelas II Tanjung Selor, terdapat 22 penumpang dan empat awak kapal di dalam speedboat tersebut. Namun, data tersebut masih terus diverifikasi, termasuk jumlah penumpang anak-anak maupun dewasa.
“Data sementara yang kami terima ada 22 penumpang ditambah awak kapal. Semuanya selamat dan tidak ada korban dalam kejadian ini. Untuk rincian jumlah penumpang masih kami lakukan pendataan,” jelas Mulyono.
Ia memastikan tidak ada penumpang maupun awak kapal yang mengalami luka akibat insiden tersebut. Seluruh korban berhasil turun setelah speedboat diarahkan ke tepian sungai.
Terkait dugaan sumber api maupun titik awal kebakaran, Mulyono menyebut pihaknya belum dapat memberikan kesimpulan karena masih menunggu hasil pemeriksaan.
“Untuk titik api maupun penyebab kebakaran kami belum bisa memastikan. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap nahkoda dan awak kapal untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian,” ungkapnya.
Selain memeriksa pihak kapal, UPP juga mengecek kondisi speedboat pascakejadian. Kapal tersebut dipastikan tidak dapat digunakan kembali karena mengalami kerusakan berat akibat terbakar.
“Kondisi speedboat sudah habis terbakar. Tidak memungkinkan untuk dibawa kembali ke sini karena sudah hangus total, termasuk bagian mesin juga tidak ada yang bisa diselamatkan,” tutup Mulyono.
Hingga saat ini, pemeriksaan terhadap nahkoda dan awak kapal masih berlangsung. UPP Kelas II Tanjung Selor masih menunggu hasil pendalaman untuk memastikan kronologi serta penyebab pasti kebakaran SB Sekatak AAA Kaltara. (saf)










