TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Study Camp Vol. 4 di Kebun Raya Bundayati sebagai bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Bulungan.
Kegiatan yang digelar Komunitas Sahabat Milenial Kalimantan Utara bersama Komunitas Sosial Sedekah Seribu Bulungan itu diikuti peserta mulai tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK hingga mahasiswa. Suasana belajar di alam terbuka menjadi konsep utama dalam kegiatan tahunan tersebut.
Bupati Bulungan, Syarwani membuka langsung kegiatan didampingi Bunda Literasi Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani. Ia menilai ruang terbuka seperti Kebun Raya Bundayati dapat menjadi sarana pembelajaran yang memberi pengalaman berbeda bagi anak-anak.
“Anak-anak bisa belajar di luar ruang kelas sambil mengenal langsung lingkungan serta kekayaan alam yang ada di sekitar mereka,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, kawasan Kebun Raya Bundayati memiliki berbagai jenis tanaman khas Kalimantan yang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi pelajar.
“Di sini anak-anak bisa mengenal pohon ulin, meranti, cempedak, durian, dan berbagai jenis tanaman lainnya secara langsung. Pengalaman seperti ini penting untuk menambah pengetahuan mereka,” katanya.
Study Camp Vol. 4 diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif. Peserta mengikuti lomba mewarnai, storytelling bersama Bunda Literasi, edukasi lingkungan, workshop daur ulang sampah plastik, hingga sharing session pendidikan.
Kegiatan juga dirangkai dengan pentas seni pelajar, outbound, dan camping yang bertujuan membangun kreativitas, kerja sama, serta kepercayaan diri peserta.
Syarwani juga mengingatkan pentingnya perhatian bersama terhadap tumbuh kembang anak dan remaja. Ia meminta keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat ikut berperan dalam memberikan pengawasan terhadap generasi muda.
Bupati Bulungan menyinggung masih tingginya angka pernikahan dini berdasarkan laporan Pengadilan Agama. Kondisi itu dinilai dapat berdampak terhadap meningkatnya risiko stunting akibat kurangnya kesiapan pasangan usia muda dalam membangun keluarga.
“Anak-anak perlu dijaga bersama, baik dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Pengawasan itu penting supaya mereka tumbuh dengan baik dan tidak terpengaruh hal-hal negatif,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkoba yang dinilai dapat mengganggu masa depan generasi muda.
“Jangan sampai anak-anak kita kehilangan masa depan karena pengaruh lingkungan yang tidak baik. Semua pihak harus ikut menjaga dan memperhatikan perkembangan mereka,” tutup Syarwani. (*/rn)









