BULUNGAN, Headlinews.id — Satu unit rumah toko (ruko) di Jalan Bangsal Tengah RT 04, Desa Bunyu Selatan, Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, hangus terbakar pada Senin (27/4/2026) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.39 Wita dan berlangsung cepat. Api dengan segera membesar hingga melalap seluruh bagian bangunan sebelum sempat dikendalikan warga sekitar.
Ps Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, AIPDA Hadi Purnomo menjelaskan ruko tersebut milik M. Yusuf Kirman (64) yang digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus usaha perabot rumah tangga dan toko kelontong.
Menurutnya, informasi awal dari saksi mengarah pada dugaan sumber api berasal dari dalam bangunan, yang ditandai dengan suara ledakan sebelum kobaran api terlihat.
“Dari keterangan yang kami terima, ada bunyi seperti ledakan dari dalam bangunan sebelum api muncul. Setelah itu, api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan,” ujar Hadi.
Saksi di lokasi sempat berupaya memastikan kondisi di dalam bangunan, namun harus segera menyelamatkan diri karena api berkembang sangat cepat.
“Warga yang berada di sekitar lokasi sempat mencoba melihat kondisi di dalam, tetapi tidak bisa bertahan lama karena api sudah membesar dan asap semakin tebal,” katanya.
Keterangan tersebut diperkuat oleh saksi lain yang melihat kepulan asap hitam disertai suara ledakan berulang sebelum api menjalar ke seluruh bangunan.
“Beberapa warga mendengar lebih dari satu kali suara ledakan, kemudian terlihat asap pekat dan api langsung membesar,” tambahnya.
Saat kejadian, pemilik ruko tidak berada di tempat. Ia baru mengetahui peristiwa tersebut setelah kembali dan mendapati bangunan sudah dalam kondisi terbakar.
“Pemilik sempat ingin mengambil alat pemadam yang ada di dalam, tetapi warga melarang karena kondisi sudah tidak memungkinkan untuk masuk,” jelas Hadi.
Api diduga cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar di dalam ruko, termasuk barang dagangan yang tersimpan di area usaha.
Proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam. Api baru dapat dikendalikan sekitar pukul 19.45 Wita setelah lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan bersama aparat dan masyarakat setempat.
“Petugas berupaya memadamkan api sekaligus mencegah agar tidak merambat ke bangunan lain. Prosesnya cukup lama karena api sudah terlanjur besar,” ungkapnya.
Selain melakukan pemadaman, petugas kepolisian juga mengamankan lokasi kejadian serta melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.
“Penyebab kebakaran masih kami selidiki. Kami mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi,” tegas Hadi.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena bangunan dalam kondisi kosong saat kebakaran terjadi. Api juga tidak sempat menjalar ke rumah warga di sekitar lokasi.
“Kondisi sudah aman dan terkendali. Kami mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama pada bangunan yang menyimpan barang mudah terbakar,” pungkasnya. (rn)










