TANJUNG SELOR, Headlinews.id— Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kabupaten Bulungan mulai menembus pasar ritel nasional. Sebanyak 30 produk terpilih resmi dipasarkan di gerai khusus UMKM di Mall Sarinah, Jakarta, setelah melalui proses kurasi ketat berstandar nasional.
Peluncuran produk tersebut dilakukan dalam rangka Festival Bulungan Berkarya, Kamis (30/4/2025), yang menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM daerah ke tingkat yang lebih kompetitif.
Dari total 74 produk yang diajukan, hanya sebagian yang dinilai memenuhi kriteria kualitas, kemasan, dan daya saing untuk masuk ke pasar modern seperti Sarinah. Seleksi tersebut menjadi indikator kesiapan produk lokal dalam bersaing di tingkat nasional.
Bupati Bulungan, Syarwani menyebut keberhasilan ini sebagai langkah awal memperkuat posisi UMKM daerah di pasar yang lebih luas.
“Masuknya produk Bulungan ke Sarinah menunjukkan bahwa kualitasnya sudah bisa bersaing. Ini peluang yang harus dimanfaatkan untuk terus berkembang,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya konsistensi peningkatan mutu agar produk tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu memperluas jangkauan pasar.
“Yang sudah lolos harus dijaga kualitasnya, sementara yang belum perlu ditingkatkan. Targetnya bukan sekadar masuk pasar nasional, tapi bisa terus naik ke level berikutnya,” katanya.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, Temmy Satya Permana, menilai produk unggulan Bulungan memiliki potensi kuat, terutama dari sisi kekhasan dan nilai tambah.
“Beberapa produk seperti cokelat lokal punya kualitas yang baik. Tinggal diperkuat dari sisi branding dan nilai tambah agar lebih kompetitif di pasar modern,” ungkapnya.
Ia menegaskan kurasi yang ketat merupakan bagian dari proses untuk menjaga standar produk yang dipasarkan.
“Proses seleksi ini penting agar produk yang masuk benar-benar siap bersaing. Yang belum lolos bukan berarti tidak layak, tetapi masih perlu penyempurnaan,” jelasnya.
Sementara itu, pihak Sarinah menilai kehadiran produk daerah menjadi bagian dari strategi memperluas eksposur UMKM di tingkat nasional.
Vice President Business Development and Partnership Sarinah, Diaz, menyebut sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam membuka akses pasar.
“Kami membuka ruang bagi produk daerah untuk tampil di pasar nasional. Kolaborasi seperti ini penting agar UMKM bisa berkembang lebih cepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Sarinah juga menyediakan pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu memenuhi standar pasar modern secara berkelanjutan.
“Tidak hanya dipasarkan, tetapi juga dibina agar kualitasnya terus meningkat dan mampu bertahan dalam persaingan,” katanya.
Selain produk olahan seperti cokelat, sejumlah produk khas daerah dengan nilai budaya juga dinilai memiliki potensi pasar yang kuat karena keunikan dan cerita yang menyertainya.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan kerja sama terkait pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan ekonomi hijau di Kabupaten Bulungan.
Masuknya produk UMKM Bulungan ke Sarinah menandai langkah awal ekspansi ke pasar nasional. Dengan dukungan kurasi, pembinaan, dan kolaborasi lintas pihak, produk lokal diharapkan mampu memperluas jangkauan hingga ke pasar yang lebih luas. (rn)










