TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Potensi penghimpunan zakat dan infaq di Kabupaten Bulungan dinilai sangat besar. Pemerintah daerah bersama Baznas menargetkan dana umat yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu.
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan target Baznas RI untuk Bulungan saat ini mencapai Rp4,5 miliar per tahun, namun potensi aktual bisa jauh lebih tinggi jika seluruh warga muslim berpartisipasi aktif.
“Baznas tidak hanya mengelola zakat, tapi juga infaq. Jika masyarakat rutin berkontribusi, dana yang terkumpul bisa digunakan untuk program pendidikan dan pemberdayaan UMKM,” ujar Syarwani.
Ia menambahkan, jumlah penduduk Bulungan diperkirakan mencapai 160–170 ribu jiwa, mayoritas beragama Islam. Dengan asumsi 100 ribu warga menyisihkan Rp10 ribu per bulan untuk infaq, dana yang terkumpul bisa mencapai Rp1 miliar per bulan, atau Rp12 miliar per tahun.
Selain masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN) juga menjadi motor penggerak penting. Dari 4.000–5.000 pegawai Pemkab Bulungan, sekitar 70 persen beragama Islam. Skema kontribusi rutin melalui KORPRI dapat menambah ratusan juta rupiah setiap bulan untuk Baznas.
“Kalau setiap ASN menyisihkan Rp5–10 ribu per bulan, kontribusinya sudah cukup besar untuk membantu pendidikan anak-anak dan mendukung UMKM lokal,” jelasnya.
Bupati menegaskan, tujuan penguatan pengelolaan zakat dan infaq bukan sekadar memenuhi target nasional, tetapi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dana yang terkumpul dapat digunakan untuk beasiswa pendidikan, bantuan pendidikan, dan pemberdayaan usaha kecil dan menengah.
Potensi dana umat juga didukung oleh sektor ekonomi lokal, termasuk 21 izin perkebunan kelapa sawit yang menyerap ribuan tenaga kerja, sehingga memberikan kontribusi tambahan bagi Baznas.
Untuk memperkuat gerakan ini, Pemkab Bulungan akan menyusun skema penguatan kelembagaan Baznas, termasuk kemungkinan regulasi Perda atau Perbup.
Program seperti “Bulungan Berinfaq” diharapkan dapat digerakkan hingga tingkat kecamatan dan desa, dengan ASN sebagai motor utama.
“Saya yakin gerakan ini bisa diwujudkan. Tinggal bagaimana kita mencari format agar masyarakat rutin berinfaq setiap bulan melalui Baznas Bulungan,” pungkas Syarwani. (rn)










