TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Peserta didik mulai jenjang PAUD hingga SMP di Kabupaten Bulungan menjadi sasaran Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar). Kebijakan itu ditetapkan untuk memperkenalkan layanan keuangan formal sejak dini.
Program Kejar diterapkan berdasarkan Surat Edaran Bupati Bulungan Nomor 500/163/EK.TU tentang Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif serta Surat Edaran Gubernur Kalimantan Utara mengenai pelaksanaan Program Kejar.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan kepemilikan rekening tabungan sejak usia sekolah menjadi langkah awal agar peserta didik mengenal pengelolaan keuangan secara lebih baik.
“Anak-anak perlu dikenalkan dengan layanan perbankan sejak dini. Dengan begitu mereka mulai memahami pentingnya menabung dan mengelola uang secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Pelaksanaan program akan dikoordinasikan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Bulungan dengan melibatkan perangkat daerah, satuan pendidikan, dan lembaga perbankan.
Koordinasi tersebut dilakukan agar pelaksanaan Program Kejar dapat menjangkau seluruh sekolah sesuai sasaran.
“TPAKD akan menyinergikan peran pemerintah, sekolah, dan perbankan sehingga pelaksanaan program ini berjalan lebih efektif,” katanya.
Menurut Syarwani, sekolah memiliki peran penting dalam mengenalkan literasi keuangan kepada peserta didik. Sementara itu, orang tua diharapkan membiasakan anak menabung dan mengelola uang di lingkungan keluarga.
“Kalau kebiasaan itu dibangun di sekolah dan dilanjutkan di rumah, anak-anak akan lebih mudah memahami pentingnya mengatur keuangan sejak usia dini,” jelasnya.
Ia menambahkan, Program Kejar menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan di Kabupaten Bulungan sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah.
“Semakin dini anak mengenal layanan keuangan formal, semakin mudah mereka memahami cara mengelola keuangan dengan baik ketika dewasa,” ucapnya.
Selain membuka akses terhadap layanan perbankan, program tersebut juga diharapkan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai manfaat menabung, keamanan menyimpan dana, serta pentingnya perencanaan keuangan sejak usia sekolah.
“Menabung juga melatih disiplin dan tanggung jawab dalam mengelola keuangan sejak usia sekolah. Kebiasaan itu yang ingin terus kita tumbuhkan di kalangan pelajar,” pungkas Syarwani. (rn)










