TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Pencarian yang melibatkan tim gabungan dan masyarakat di sepanjang Sungai Jelarai akhirnya menemukan korban yang sebelumnya dilaporkan tenggelam. KDP, 9 tahun, ditemukan meninggal dunia, Rabu (12/8/2026) siang.
Korban ditemukan sekitar pukul 12.00 WITA oleh seorang nelayan bernama Ismail T saat menyusuri Sungai Jelarai menggunakan perahu. Saat berada di depan Intake PDAM Desa Jelarai Selor, saksi melihat tubuh korban berada di bagian sungai yang terdapat pusaran air.
Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan Aipda Hadi Purnomo mengatakan, Ismail ikut membantu pencarian sejak korban dilaporkan tenggelam pada Selasa (11/8/2026).
“Waktu menyisir menggunakan perahu, saksi melihat tubuh korban berada di pusaran air. Setelah didekati dan dipastikan, ternyata korban yang selama ini dicari,” kata Hadi.
Saksi kemudian mendekati lokasi dan mengevakuasi jasad korban dari sungai. Korban dibawa ke posko pencarian sebelum selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Lokasi penemuan berada sekitar empat kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam. Jarak tersebut menunjukkan jasad korban ditemukan cukup jauh mengikuti aliran Sungai Jelarai.
“Jarak dari titik awal kejadian ke lokasi penemuan kurang lebih empat kilometer. Setelah dievakuasi, korban dibawa ke posko untuk kemudian dibawa ke rumah orang tuanya,” ujarnya.
Sebelumnya, KDP dilaporkan tenggelam setelah berada di kawasan Sungai Jelarai bersama sejumlah temannya. Pencarian dilakukan sejak Selasa sore dengan melibatkan tim gabungan, keluarga dan masyarakat.
Penyisiran dilakukan di sejumlah bagian aliran sungai, termasuk kawasan yang dinilai memungkinkan menjadi lokasi korban terbawa arus. Kondisi sungai yang memiliki arus dan pusaran air membuat pencarian dilakukan secara hati-hati.
Penemuan korban oleh warga yang ikut menyisir sungai kemudian mengakhiri pencarian yang berlangsung selama dua hari tersebut. Setelah proses evakuasi selesai, jasad korban dibawa ke rumah orang tuanya untuk menjalani pemulasaraan.
Hadi mengatakan, keluarga selanjutnya akan memakamkan korban di Tempat Pemakaman Umum Kilometer 12, Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
“Setelah dibawa ke rumah orang tua untuk dimandikan dan disalatkan, korban akan dimakamkan di TPU Kilometer 12, Desa Gunung Sari,” katanya.
Dengan ditemukannya korban, proses pencarian di Sungai Jelarai berakhir. Hadi turut mengingatkan warga yang beraktivitas di sungai untuk memperhatikan kondisi arus dan lingkungan sekitar.
Hadi meminta masyarakat tidak mengabaikan faktor keselamatan, terutama ketika berada di bagian sungai yang memiliki arus kuat atau pusaran air.
“Kalau beraktivitas di sungai, masyarakat harus melihat kondisi air dan arusnya. Jangan memaksakan diri masuk ke bagian yang berisiko, karena arus bisa berubah dan membawa orang jauh dari tempat semula,” pungkasnya. (rn)










